Aug 12, 2020 10:18 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 12 Agustus 2020

Hari ini, Rabu 12 Agustus 2020 bertepatan dengan 22 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 22 Mordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Maitsam Tammar Gugur Syahid

1381 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulhijjah 60 HQ, Maitsam Tammar, salah seorang sahabat utama Imam Ali as, gugur syahid.

Awalnya, Maitsam adalah seorang budak yang kemudian dibeli dan dibebaskan oleh Imam Ali as. Mereka kemudian menjadi sahabat dekat.

Imam Ali amat mencintai Maitsam dan sebaliknya, Maitsam selalu menjadi pembela dan pendukung Imam Ali. Sepeninggal Imam Ali, Maitsam terus mendukung dan membela Ahlul Bait, atau keluarga suci Rasulullah, sehingga akhirnya dibunuh oleh rezim penguasa saat itu, yaitu Dinasti Umayah.

 

Mohammad Reza Memecat Doktor Mosaddegh

67 tahun yang lalu, tanggal 22 Mordad 1332 HS, Mohammad Reza, raja terakhir dari Dinasti Pahlevi di Iran, secara ilegal memecat Doktor Mosaddegh dari jabatan perdana menteri dan menggantikannya dengan Mayor Jenderal Zahedi.

Keputusan Reza Shah ini diambil atas desakan AS dan Inggris karena pemerintahan Mosaaddegh, dengan dukungan rakyat, telah menasionalisasi minyak Iran. Untuk menghindarkan diri dari dampak keputusannya itu, Reza Shah pergi ke utara Iran.

Setelah usaha penyingkiran Mosaddegh tersebut gagal, Shah kemudian melarikan diri ke Irak, lalu ke Italia. Namun, enam hari kemudian, AS dan Inggris mendalangi kudeta terhadap pemerintahan Mosaddegh. Setelah Mosaddegh tersingkir, Reza Shah kembali ke Iran untuk meneruskan pemerintahan despotiknya dengan dukungan AS dan Inggris yang berkeinginan menguras habis sumber-sumber minyak Iran.

 

Pasukan Maronit Kuasai Kamp pengungsi Tel Za'ter

44 tahun yang lalu, tanggal 12 Agustus 1976, kamp pengungsian Palestina "Tel Za'ter" yang terletak di dekat Beirut, ibu kota Lebanon, jatuh ke tangan pasukan para-militer Maronit dan para penghuninya dibunuh massal.

Ribuan pengungsi Palestina tinggal di kamp pengungsian ini.

Pada awal tahun 1976, kamp ini dikepung oleh pasukan semi militer Maronit yang dipersenjatai oleh rezim Zionis dan akhirnya pada bulan Agustus, 3000 warga sipil Palestina dibunuh secara massal dan dikubur menjadi satu di kamp pengungsian tersebut. Peristiwa mengerikan ini menimbulkan protes keras dari masyarakat dunia terhadap rezim Zionis dan para pendukungnya di Lebanon.