Lintasan Sejarah 13 Agustus 2020
Hari ini, Kamis 13 Agustus 2020 bertepatan dengan 23 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Mordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ali Al-Masudi, Sejarawan Syiah Wafat
1096 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulhijjah 345 HQ, Ali al-Masudi, sejarawan Syiah meninggal dunia.
Abu al-Hasan Ali bin Husein bin Ali yang lebih dikenal dengan Masudi, sejarawan dan ahli hadis Syiah. Masudi banyak melakukan perjalanan ke negara-negara dan menemukan banyak hakikat sejarah dan geografi dari ahlinya di sana.
Masudi memulai perjalanannya dari tahun 309 HQ dan ia menyaksikan dari dekat kota-kota negara Islam dan non Islam. Perjalanan yang dilakukannya membentuk sebagian besar dari kehidupannya. Oleh karenanya, dua buku sejarah terkenal Masudi; Muruj al-Dzahab dan al-Tanbih wa al-Asyraf sangat dipercaya oleh para sejarawan.
Selain itu, Masudi juga menjelaskan peristiwa-peristiwa sejarah menganalisanya dari sudut pandang sosiologi.
Pengangkatan Ayatullah Shahroudi Sebagai Ketua MA
21 tahun yang lalu, tanggal 23 Mordad 1378 HS, Ayatullah Shahroudi diangkat sebagai ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran.
Ayatullah Sayid Mahmoud Hashemi Shahroudi adalah faqih Syiah dan politikus Iran-Irak. Saat ini beliau menjabat sebagai anggota Dewan Garda Konstitusi dan Forum Penentu Kebijakan Negara. Beliau juga wakil Khorasan dan wakil pertama Dewan Ahli Kepemimpinan, sekaligus anggota Jameeh Modarresin Hauzah Ilmiah Qom.
Ayatullah Shahroudi tanggal 23 Mordad 1378 HS diangkat oleh Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjadi Ketua Mahkamah Agung Iran dari tahun 1378 hingga 1388. Sebelum ini beliau menjadi anggota presidium Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak dan anggota Partai ad-Dakwah Irak.
Tembok Berlin Dibangun
59 tahun yang lalu, tanggal 13 Agustus 1961, pemisahan kedua Jerman mulai terlihat jelas saat tentara Jerman Timur, yang didukung Uni Soviet, memasang kawat berduri dan batu-batu bata.
Pembangunan itu membelah Berlin menjadi dua, bagian timur dikendalikan Soviet dan di bagian barat diawasi oleh tiga negara demokratik, yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis.
Beberapa tahun berikutnya, pembatas itu dibuat permanen sehingga dikenal dengan nama Tembok Berlin. Tembok itu tak hanya membelah Jerman, yaitu Jerman Timur dan Jerman Barat, namun juga menjadi ikon Perang Dingin - yang sarat dengan persaingan politik dan militer antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Dalam 12 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, antara 2,5 juta hingga 3 juta warga Berlin Timur eksodus ke Berlin Barat demi mencari penghidupan yang lebih baik. Sedangkan di tengah masa pembangunan Tembok itu, sebanyak 1.000 warga di Berlin Timur setiap hari mengungsi ke Barat.
Itulah sebabnya pemerintah komunis Jerman Timur, dengan restu Soviet, tidak hanya membangun tembok, namun juga menerapkan penjagaan bersenjata untuk mencegah eksodus berikut.
Pada 9 November 1989, seiring dengan pudarnya dominasi Soviet, rakyat di Jerman Timur memutuskan untuk merubuhkan Tembok Berlin. Perubuhan itu akhirnya mengarahan kepada penyatuan kembali Jerman sejak 3 Oktober 1990.