Apr 11, 2021 05:06 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 11 April 2021

Hari ini, Ahad 11 April 2021 bertepatan dengan 28 Sya'ban 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 22 Farvardin 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Mulla Hosseinqoli Hamedani Wafat

131 tahun yang lalu, tanggal 28 Sya’ban 1311 HQ, Mulla Hosseinqoli Hamedani meninggal dunia dan dimakamkan di Karbala.

Akhond Mulla Hosseinqoli Hamedani, seorang arif, faqih dan filsuf. Beliau lahir di kota Shavand, Hamedan.

Akhond Mulla Hosseinqoli juga dikenal sebagai guru besar akhlak. Beliau pernah berguru kepada Syaikh Abdolhossein Tehrani (Sheikh al-Iraqiain, Syeikh Murtadha Anshari dan Agha Sayid Ali Shoshtari.

Akhond Mulla Hosseinqoli Hamedani juga banyak mendidik murid-murid yang dikemudian hari menjadi ulama besar seperti Sheikh Mohammad Bahari, Sayid Ahmad Karbalai, Sheikh Musa Syarareh, Sayid Mahdi Hakim, Mirza Javad Agha Maleki Tabrizi dan Sayid Jamaluddin al-Afghani.

Menurut Syahid Muthahhari, Akhond Hamedani lebih banyak mendidik, ketimbang mengajar.

 

Putu Wijaya, Sastrawan Indonesia Lahir

77 tahun yang lalu, tanggal 11 April 1944, Gusti Ngurah Putu Wijaya yang biasa disebut Putu Wijaya dilahirkan di Puri Anom, Tabanan, Bali.

Tidak sulit untuk mengenalinya karena topi pet putih selalu bertengger di kepalanya. Ia mempunyai pengalaman bermain drama di luar negeri, antara lain dalam Festival Teater Sedunia di Nancy, Prancis (1974) dan dalam Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985). Ia juga membawa Teater Mandiri berkeliling Amerika dalam pementasan drama Yel dan berpentas di Jepang (2001).

Selain berteater ia juga menulis cerpen dan novel dalam jumlah yang cukup banyak, di samping menulis esai tentang sastra. Sejumlah karyanya, baik drama, cerpen, maupun novel telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Jepang, Arab, dan Thailand.

Selain menekuni dunia teater dan menulis, Putu juga menjadi sutradara film dan sinetron serta menulis skenario sinetron. Film yang disutradarainya ialah film Cas Cis Cus, Zig Zag, dan Plong. Sinetron yang disutradarainya ialah Dukun Palsu, PAS, None, Warteg, dan Jari-Jari. Skenario yang ditulisnya ialah Perawan Desa, Kembang Kertas, serta Ramadhan dan Ramona. Ketiga skenario itu memenangkan Piala Citra.

 

Upaya Kudeta Anti Revolusi Islam Iran Terungkap

39 tahun yang lalu, tanggal 22 Farvardin 1361 HS terungkap kudeta anasir anti revolusi untuk menggulingkan Republik Islam Iran.

Pasca kemenangan revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra, para anasir anti revolusi dalam negeri dengan bimbingan dan dukungan musuh-musuh pemerintahan Islam, berkali-kali telah melakukan konspirasi untuk menggulingkan pemerintahan ini. Di antaranya adalah dengan menyusun kudeta tahun 1361 Hs.

Rencana kudeta ini dengan membunuh para pejabat level awal pemerintah kemudian pura-pura melakukan balas dendam menuntut pertumpahan darah mereka dengan bantuan kekuatan asing. Selain itu menghancurkan lembaga dan lambang revolusi dan kemudian berusaha menguasai pemerintahan Republik Islam.

Pada saat itu pasukan Republik Islam Iran yang siap mati di hari itu mendapatkan informasi bahwa gerakan konspirasi ini bertujuan menggulingkan Republik Islam. Dengan mengumpulkan data yang cukup antara lain kaset percakapan para pemimpin konspirasi dan mengenali jaringan kudeta secara lengkap, pada kesempatan yang tepat mereka menangkap para anggota asli dan berpengaruh operasi ini.