Lintasan Sejarah 25 Mei 2021
May 25, 2021 10:08 Asia/Jakarta
-
Lintasan Sejarah 25 Mei 2021
Ayatullah Muhammad Thaha Meninggal Dunia
99 tahun yang lalu, tanggal 13 Syawal 1323 HQ, Ayatullah Syaikh Muhammad Thaha seorang ulama besar muslim, meninggal dunia pada usia 83 tahun.
Ayatullah Muhammad Thaha dilahirkan di kota Najaf dari sebuah keluarga ulama terkemuka pada zaman itu. Beliau menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama besar pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari.
Ayatullah Syaikh Muhammad Thaha meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul "Syarhi bar Ma'alimil Ushul".
Organization of African Unity Berdiri
58 tahun yang lalu, tanggal 25 Mei 1963, 32 kepala negara-negara Afrika menandatangani pendirian Organization of African Unity di kota Addis Ababa, Ethiopia.
Penggagas Organisasi Persatuan Afrika ini adalah Gamal Abdul Naser dari Mesir, Kwame Nkrumah dari Ghana, dan Ahmad Sekouture dari Guinea. Organisasi ini bertujuan untuk mempersatukan negara-negara Afrika, menyelesaikan perselisihan di antara anggota, dan memperjuangkan kemerdekaan ngara-negara Afrika yang masih terjajah.
Pada tahun 2002, dalam konferensi kepala-kepala negara Afrika di Afrika Selatan, organisasi itu berubah nama menjadi Africa Union yang bertujuan untuk memperluas kerjasama ekonomi di Afrika. Saat ini Africa Union dianggotai oleh 53 negara dan bermarkas di Ethiopia.
Peresmian Museum Al-Quran di Masjid Saheb Al-Amr Tabriz
20 tahun yang lalu, tanggal 4 Khordad 1380 HS, museum al-Quran dan kalifgrafi diresmikan di lokasi masjid Saheb al-Amr.
Masjid Saheb al-Amr merupakan masjid kuno kota Tabriz yang terletak di tengah-tengah kota ini. Bangunan ini didirikan oleh Shah Tahmasib I dan sejak awal memang menjadi miliknya. Namun setelah beberapa waktu ketika pasukan Dinasti Ottoman menyerang Iran, masjid Saheb al-Amr dihancurkan rata dengan tanah.
Dalam buku Chalabi tertulis, di bagian timur bundaran Saheb Abad tersambungkan dengan Jame Soltan Hassan, sebuah masjid berukir indah lainnya. Karena bangunan ini didirikan oleh Shah Tahmasib, pasukan Ottoman meratakannya dengan tanah.
Setelah pasukan Ottoman menarik pasukannya dari Tabriz, masjid ini kembali dibangun oleh Mirza Mohammad Ibrahim, Menteri Azerbaijan di masa pemerintahan Shah Soltan Hossein. Masjid Saheb al-Amr kembali mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 1193 HS dan pada tahun 1266 HS masjid ini direnovasi oleh Mirza Ali Akbar Khan, penerjemah Konsuler Rusia di Tabriz, sekaligus membangun madrasah Akbarieh di salah satu halaman masjid.
Masjid Saheb al-Amr memiliki sebuah kubah dan dua menara yang bentuknya berbeda dari masjid-masjid lainnya. Sejak masa Shah Tahmasib I, hanya dua kamar yang dibangun dari marmer yang masih ada hingga kini dan memiliki nilai sejarah. Di atas kamar ini tertulis surat al-Jin.[]
Tags