Bulan Perjamuan Tuhan (4)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i57156-bulan_perjamuan_tuhan_(4)
Bulan suci Ramadhan adalah salah satu kesempatan terbaik untuk membangun diri, membasuh jiwa dari dosa dan meraih kemenangan. Oleh karena itu, kita semua harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan setelah berakhirnya bulan Ramadhan, kita memiliki bekal takwa dan iman dibarengi kedekatan pada Allah Swt untuk melalui bulan-bulan berikutnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 20, 2018 09:05 Asia/Jakarta

Bulan suci Ramadhan adalah salah satu kesempatan terbaik untuk membangun diri, membasuh jiwa dari dosa dan meraih kemenangan. Oleh karena itu, kita semua harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan setelah berakhirnya bulan Ramadhan, kita memiliki bekal takwa dan iman dibarengi kedekatan pada Allah Swt untuk melalui bulan-bulan berikutnya.

Bulan Ramadhan adalah bulan perjalanan dan cahaya makrifat Ilahi. Semua yang kita peroleh dari bulan ini adalah berkat ibadah dan kerja manusia yang tenggelam dalam lautan penghambaan Tuhan. Manusia mesti menumbuhkan keikhlasan di dalam hati dan mempraktikkannya dalam perilaku sehingga mencapai kebahagiaan dan kemenangan.

Kemenangan dan keberhasilan adalah tujuan akhir yang berusaha digapai ajaran Islam. Di banyak ayat Al Quran, kita menemukan seruan kepada takwa dan tujuan akhir takwa adalah kemenangan. Di ayat 130 dan 200 Surat Ali Imran, Allah Swt berfirman, «وَ اتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُونَ».

Slogan semua Muslim yang dikumandangkan setiap hari adalah seruan Ilahi ini. Mukmin, sehari semalam, dalam azan dan shalatnya selalu mengucapkan Hayya Ala Al Falah, yaitu bersegeralah menuju kemenangan dan tujuan akhirnya agar mereka tidak kehilangan jalan dan tersesat.

Bulan Ramadhan

Pada bagian sebelumnya, sedikit diulas tentang seruan Allah Swt kepada umat manusia untuk meraih kemenangan. Sekarang kita mungkin bertanya, siapakah orang-orang yang menang itu ?

Secara umum, Al Quran 40 kali menggunakan kata kemenangan ini dengan berbagai derivasi kata Falah seperti Muflihun, Yuflihun, Tuflihun, Falah sendiri dan yang lainnya, dan 24 kali menggunakan derivasi kata Fauzun seperti Faaizun.

Kemenangan yang merupakan tujuan akhir penciptaan manusia adalah buah dari proses mengetahui dengan baik, hidup dengan baik dan berperilaku dengan baik dalam rangka mencapai tujuan. Karena tujuan ini sangat bernilai, banyak orang rela menanggung segala kesulitan dan merasakan kelezatan saat menahan kesulitan tersebut.

Ketika seluruh hidupnya digunakan di jalan Tuhan, maka ia akan merasakan kenikmatan dan manisnya perjuangan, dan hal ini merupakan sebuah bentuk kebahagiaan.

Dalam Al Quran, manusia-manusia bebas yang memiliki keimanan kokoh kepada Allah Swt dan syariat, disertai keyakinan pada akhirat, serta berupaya merajut kebaikan, adalah orang-orang yang layak meraih kebahagiaan dan kemenangan hakiki. Ayat 20 Surat At Taubah menyebut orang-orang yang menggabungkan amal dan iman, sebagai pemenang.

Tentunya tidak semua amal adalah amal saleh, hanya amal-amal yang dilakukan berdasarkan akal dan fitrah yang masuk kategori saleh, karena ia memainkan peran di jalan kesempurnaan manusia. Oleh karena itu, Allah Swt menyeru manusia untuk melakukan amal dengan ikhlas, niat tulus dan berlandaskan ketakwaan.

Kehati-hatian manusia dalam berperilaku dan bertindak sebenarnya adalah peluang yang tepat bagi seseorang untuk melakukan amal baik dan menyesuaikan semua tindak tanduknya sehingga tidak membangkitkan murka Tuhan.

Orang-orang yang sampai pada keyakinan ini atau bahkan percaya bahwa Tuhan menyaksikan seluruh perbuatannya, berusaha meninggalkan perbuatan tercela dan melakukan amal baik.

Saat ini, di dalam bulan suci Ramadhan, dengan berpuasa dan mengendalikan jasmani serta ruhani di hadapan kencenderungan-kecenderungan materi dan hawa nafsu, kita mempersiapkan diri menyambut undangan Tuhan dan berada di barisan para pemenang.رم

Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan Al Quran dan kedekatan dengan ayat-ayat suci-Nya, dan sebenar-benarnya orang yang berpuasa tidak hanya membaca Al Quran, tapi juga berusaha memahaminya, menjalankan perintahnya dan menghiasi diri dengan akhlaknya.

Kedudukan dan derajat bulan Ramadhan bergantung pada turunnya Al Quran di bulan ini. Allah Swt di Surat Al Baqarah ayat 185 berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."

Surat ke-23 Al Quran adalah Surat Al Mu'minun. Di awal surat ini disinggung tentang nasib baik dan membanggakan Mukmin sehingga menyalakan api cinta di dalam hati mereka untuk meraih kemenangan.

Selepas itu dijelaskan beberapa karakteristik orang yang meraih kemenangan yang menjadi tanda amal baik dan jujur. Amal tersebut terukur dan akurat, serta mencakup berbagai dimensi kehidupan individu atau sosial pelakunya. Pertama, Allah Swt secara tegas menyebut Mukmin sebagai orang-orang yang meraih kemenangan. Allah berfirman, « قد افلح المومنون » .

Falah berarti membelah atau memotong, secara istilah dimaknai sebagai segala bentuk kemenangan dan pencapaian pada tujuan serta kebahagiaan. Falah juga bisa diartikan sebagai petani, karena mereka membajak tanah dan membuatnya siap ditanami bibit-bibit tanaman.

Jika seseorang mampu membelah rintangan dan mencapai tujuan, maka ia disebut Falah. Ketika biji tumbuhan ditanam di tanah, maka dirinya akan terselamatkan dan sampai di lingkungan terbuka karena tiga perbuatan, pertama, karena akarnya ditancapkan ke dalam tanah, kedua, menyerap makanan dari tanah dan ketiga, menyingkirkan tanah tidak subur.

Manusia pun untuk sampai ke ruang terbuka Tauhid dan selamat dari kegelapan kehidupan materi, harus seperti biji tumbuhan, dengan melakukan tiga perbuatan, pertama, memperkuat akar keyakinannya lewat dalil rasional, kemudian menggunakan potensi yang dianugerahkan Tuhan untuk meraih kesempurnaan spiritual.

Terakhir menyingkirkan seluruh musuh serta pengganggu dan menghapus semua sesembahan selain Allah Swt dengan kalimat Laa Ilaha Ilallah sehingga sampai pada ruang terbuka Tauhid dan kebahagiaan.

Kelanjutan Surat Al Mu'minun menjelaskan siapa orang-orang yang meraih kemenangan itu dan pertama menegaskan kedudukan shalat yang merupakan bentuk komunikasi tertinggi dengan Tuhan.

Al Quran mengatakan, mereka adalah orang-orang yang khusyu dalam shalatnya. Khusyu adalah kondisi manusia saat mencapai kerendahan hati, tawadhu, dan memperhatikan adab jasmani serta ruhani di hadapan sosok agung atau hakikat penting pada manusia yang dampaknya tampak pada fisik. Di bulan Ramadhan, kondisi manusia berpuasa yang paling indah tampak saat melaksanakan shalat dan bermunajat kepada Tuhannya.

Shalat adalah rahasia penghambaan dan simbol kebebasan. Ketika manusia sampai pada puncak penghambaan dan ibadah, ia akan mengumandangkan senandung kebebasan.

Bulan Ramadhan

Jiwa manusia tidak mampu menahan beratnya beban penghambaan kepada selain Allah Swt, karena bercampur dengan kehinaan dan penindasan, namun penghambaan kepada Tuhan membawa kemuliaan dan kebesaran, juga kekuatan, maka manusia tidak akan pernah bisa memalingkan perhatiannya dari penghambaan kepada Allah Swt.

Selain shalat, di Surat Al Mu'minun juga disinggung beberapa sifat pemenang lainnya yang tercantum dalam tujuh ayat. Orang-orang yang meraih kemenangan adalah mereka yang menjauhi perbuatan sia-sia, membayar zakat, mensucikan diri dari kekotoran jiwa, berhubungan badan hanya dengan istri-istri mereka, memegang amanah dan menunaikan janji dan menjaga shalatnya.

Imam Hussein as berkata, sesungguhnya Allah Swt menjadikan bulan Ramadhan sebagai faktor pembangkit dan penggerak hamba-hamba-Nya sehingga dengan ibadah dan ketaatan mereka menuju surga Tuhan.

Sebagian orang di bulan ini mendahului yang lainnya dan meraih kemenangan, sementara sebagian lain membangkang dan rugi. Maka sungguh aneh, mereka malah terbahak-bahak dan sibuk bermain. Oleh karena itu di hari ketika orang-orang beramal baik menerima pahala, maka yang lalai akan mendapat kerugian akibat perbuatannya sendiri.

Allah Swt menyebut orang-orang yang meraih kemenangan itu sebagai Hizbullah sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Mujadilah ayat 22,

أُولَـٰئِكَ حِزْبُ اللَّـهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّـهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."