Bulan Perjamuan Tuhan (6)
Bulan Ramadhan adalah musim semi al-Quran. Kitab suci ini diturunkan ke dalam kalbu Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan dan malam Lailatul Qadar. Karena itu, Ramadhan disebut bulan bersahabat dengan al-Quran. Imam Muhammad al-Baqir as berkata, "Segala sesuatu ada musim seminya dan musim semi al-Quran adalah Ramadhan."
Dalam banyak riwayat disebutkan, barang siapa yang membaca satu ayat dari ayat-ayat al-Quran di bulan Ramadhan, maka ia seperti mengkhatamkan kitab suci ini di bulan-bulan lain. Keutamaan ini hanya diberikan untuk Ramadhan dan tidak dimiliki oleh bulan lain. Jadi, dapat dikatakan bahwa al-Quran dan bulan Ramadhan memiliki hubungan yang sangat erat dan tak terpisahkan.
Selama Ramadhan, para pecinta al-Quran akan meningkatkan interaksinya dengan kitab suci ini dan menghidupkan kembali hati mereka dengan membaca dan memahami maknanya. Ibarat musim semi; sebuah musim bangkitnya kembali alam dan pepohonan, membaca al-Quran dan merenungkan isinya selama bulan Ramadhan, akan menyegarkan kembali jiwa dan hati manusia, karena jiwa mereka selaras dengan al-Quran dan ayat-ayat Allah Swt akan menarik hati orang-orang yang potensial.
Allah Swt dalam surat Az-Zumar ayat 23 berfirman, "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya…" Oleh karena itu, banyak riwayat menyebut al-Quran sebagai musim semi hati, musim untuk menyegarkan kembali hati manusia.
Al-Quran adalah mukjizat agung Ilahi dan bukti keabadian agama Islam. Meski adanya berbagai konspirasi, kitab suci ini tetap terjaga dari tahrif (penyelewengan/pengubahan) dan membebaskan umat manusia dari penyimpangan dan kesesatan. Karakteristik utama Quran adalah menjamin hidayah dan kepemimpinan manusia.
Sejak kali pertama turun, al-Quran telah menarik hati yang bersih ke arah ayat-ayatnya dan dengan ajaran luhurnya, membentuk masyarakat dari sektarianisme dan jahiliyah menuju ke sebuah komunitas yang berperadaban dan berpendidikan. Dengan hadirnya al-Quran sebagai petunjuk, Allah telah menyempurnakan hujjahnya kepada manusia dan menekankan bahwa tidak ada kitab lain seperti al-Quran, yang memenuhi semua kebutuhan manusia. Sastra dan balaghah Quran dan juga isinya, menunjukkan bahwa kitab ini bukan karya manusia, tapi sebuah mukjizat abadi yang keluar dari batas kemampuan manusia.
Setelah lebih dari 14 abad kemunculan Islam, al-Quran dengan logika ilmiah dan argumentatif, dengan konsep yang konstruktif, dan nilai-nilai moral, membuktikan dirinya sebagai kitab terbaik untuk kehidupan manusia. Para pencari kebenaran memperoleh petunjuk di bawah pancaran cahaya al-Quran. Ketika memperkenalkan kitab ini, Allah berfirman, "… sesungguhnya al-Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (al-Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (Fussilat ayat: 41-42)
Pesan al-Quran adalah sebuah pesan yang jelas untuk semua manusia. Kitab ini mengajak mereka kepada kebaikan, persahabatan, dan kesucian serta meninggalkan keburukan, egoisme, dan arogansi di semua aspek kehidupan baik individu dan sosial maupun budaya, politik, dan ekonomi. Ia adalah sebaik-baiknya tempat berlindung. Rasulullah Saw bersabda, "Setiap kali fitnah laksana potongan malam yang amat pekat datang menghampiri kehidupan kalian, maka berlindunglah kepada al-Quran. Beruntunglah kalian yang meminta pertolongan kepada al-Quran."
Membaca al-Quran selama Ramadhan memiliki keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lain. Ramadhan menyediakan kesempatan yang lebih besar bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan sarana terbaik untuk meraih kedekatan ini adalah al-Quran. Rasulullah Saw dalam khutbah Sya'baniyah berkata, "… Membaca satu ayat al-Quran di bulan Ramadhan, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan al-Quran."
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei juga selalu berpesan agar mempererat interaksi dengan al-Quran selama bulan puasa. Beliau mengatakan, "Puasa Ramadhan menghadirkan nuansa spiritual dan sakral bagi orang-orang yang berpuasa dan mempersiapkan mereka untuk meraih anugerah Ilahi. Perhatikanlah shalat dan kewajiban yang sudah ditetapkan, dan berpuasa-lah dan bermunajat-lah, serta tambahkan rutinitas membaca al-Quran di dalamnya – dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah musim semi al-Quran – ini akan menjadi sebuah fase untuk memperbaiki dan menyelamatkan diri dari kerusakan dan sejenisnya; sebuah fase yang sangat berharga. Intinya adalah bahwa kita di bulan Ramadhan dapat melakukan perjalanan menuju Allah Swt dan ini bisa dilakukan."
Ramadhan adalah bulan turunnya al-Quran. Dalam surat al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…"
Ramadan adalah bulan diturunkan al-Quran untuk membimbing manusia dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Turunnya al-Quran di bulan Ramadhan membuktikan kapasitas khusus bulan ini untuk menerima kehadiran wahyu Ilahi. Seperti kitab-kitab samawi lainnya juga diturunkan selama Ramadhan.
Dalam sebuah riwayat, Imam Jakfar Shadiq as berkata, "Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadhan, Injil diturunkan pada 12 Ramadhan, Zabur pada malam ke-18 Ramadhan, dan al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadr."
Di bulan suci ini, kaum Muslim harus menyelaraskan diri dengan al-Quran dan membangun hubungan yang erat dengannya, karena al-Quran adalah pedoman untuk membentuk insan yang sempurna. Al-Quran adalah pedoman ideal yang menunjukkan jalan kebahagiaan dan membimbing hati manusia menuju pangkuan Tuhan. Kitab Ilahi ini menghadirkan program komplit untuk kehidupan manusia sehingga mereka dapat membedakan jalan yang lurus dari jalan yang sesat.
Jelas bahwa tidak ada hal yang lebih bernilai dari membaca al-Quran dan memahami makna yang dikandungnya. Dalam surat Muhammad ayat 24, Allah Swt berfirman, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” Al-Quran adalah cahaya di mana Tuhan membimbing para pencari-Nya ke jalan yang lurus, sementara tadabbur dan tafakkur adalah jalan untuk meraih cahaya Ilahi.
Bulan Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk membaca al-Quran dan memanfaatkan berkah maknawi dan materi kalam Ilahi ini. Membaca al-Quran dapat menghapus karat-karat di hati manusia. Rasulullah Saw bersabda, “Hati seperti besi yang bisa berkarat. Beliau ditanya, lantas apa yang bisa membersihkannya? Rasul menjawab, bacaan al-Quran! Membaca al-Quran juga dapat menerangi rumah dan berdampak besar dalam menambah rizki manusia.”
Rasulullah Saw bersabda, “Terangilah rumah kalian dengan membaca al-Quran. Ketika bacaan al-Quran di rumah semakin banyak, maka berkah di rumah tersebut juga bertambah dan penghuninya akan mendapatkan limpahan nikmat Ilahi.”