Dilema Amerika, Pertahankan atau Hapus Obamacare
https://parstoday.ir/id/radio/world-i45335-dilema_amerika_pertahankan_atau_hapus_obamacare
Partai Republik kembali gagal mencabut warisan terpenting di bidang sosial Presiden Barack Obama dari Partai Demokrat yaitu Undang-undang (UU) Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau/ACA yang lebih dikenal dengan Obamacare.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 04, 2017 07:24 Asia/Jakarta

Partai Republik kembali gagal mencabut warisan terpenting di bidang sosial Presiden Barack Obama dari Partai Demokrat yaitu Undang-undang (UU) Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau/ACA yang lebih dikenal dengan Obamacare.

Meski saat ini, kubu Republik mendominasi Kongres dengan 52 kursi, namun gagal meraih 50 suara yang diperlukan untuk mengesahkan draf penghapusan dan penggantian Obamacare. Jika kubu Republik berhasil mengumpulkan 50 suara senator di Kongres, dan memanfaatkan suara Mike Pence, Wakil Presiden Amerika dan Ketua Senat, maka ia bisa menepati janji terpentingnya dalam kampanye yaitu menghapus Obamacare.

Lebih dari itu, Partai Republik yang secara bersamaan mendominasi tiga lembaga pemerintah di Amerika, yaitu kepresidenan, Kongres dan Mahkamah Agung ditambah mayoritas gubernur, setelah lebih dari tujuh bulan sejak Presiden Donald Trump menjabat, masih belum bisa mengubah undang-undang perlindungan pasien produk pemerintah terdahulu.

Sebelum disahkan dan diterapkannya UU Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau, ACA, Amerika adalah satu-satunya negara maju yang tidak memiliki asuransi kesehatan yang menjangkau mayoritas masyarakat. Warga Amerika sebelumnya diharuskan untuk mendapatkan asuransi kesehatan dari perusahaan-perusahaan asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi itu mematok harga terlampau mahal dan tidak terjangkau kalangan menengah ke bawah, serta tidak memberikan jaminan penuh bagi para pasien, atau untuk operasi-operasi khusus. Padahal berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan di Amerika, para pemilik perusahaan berkewajiban untuk memberikan jaminan asuransi kepada setiap pekerjanya.

Namun demikian, banyak perusahaan di Amerika yang sengaja lari dari aturan dan tidak membayarkan premi asuransi karyawannya untuk menghemat anggaran pengeluaran, sehingga para pekerja tidak bisa mendapatkan layanan asuransi kesehatan. Ketika Presiden Barack Obama menandatangani ACA di tahun 2010, sekitar 47 juta orang Amerika yang berusia di bawah 65 tahun tidak dilindungi asuransi kesehatan.

Mereka harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk kesehatan dan pengobatan serta pembelian obat, dan sangat bergantung pada bantuan pemerintah atau organisasi amal. Dengan kata lain, pemerintah Amerika sebelum diterapkannya Obamacare, setiap tahunnya harus mengeluarkan anggaran ratusan milyar dolar untuk menjamin kesehatan warga yang tidak punya asuransi.

Hal itu diperparah dengan ketidakpuasan sebagian besar warga yang menggunakan jasa pemerintah ini. Di sisi lain, kalangan konservatif menyebut anggaran pemerintah untuk kesehatan sebagai indikasi semakin membengkaknya tubuh pemerintah dan intervensi yang tak perlu dalam kehidupan warga.

Seluruh protes tersebut akhirnya memaksa pemerintah Partai Demokrat yang secara bersamaan juga mendominasi Kongres di tahun 2009 untuk meluncurkan program reformasi sistem medis Amerika. UU Perlindungan Pasien dan Perawatan Kesehatan Terjangkau, ACA, mengharuskan seluruh warga yang tidak punya jaminan asuransi, untuk memilikinya.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan asuransi diwajibkan memberikan jaminan asuransi kepada pemohon dengan kondisi yang lebih baik dan lebih tepat serta dengan harga yang lebih terjangkau. UU ini menjatuhkan denda kepada warga yang tidak mau masuk asuransi dan menjatuhkan hukuman berat bagi perusahaan-perusahaan asuransi yang melanggar. Menurut perkiraan pemerintah, setelah diterapkannya ACA, sekitar 20 juta warga Amerika mendapat jaminan asuransi kesehatan.

Tanpa bantuan pemerintah, mereka bisa mendatangi klinik atau rumah sakit untuk berobat dan membeli obat dengan harga terjangkau. Kubu pendukung Obamacare mengatakan, dengan diterapkannya ACA, pemerintah berhasil memangkas pengeluaran puluhan milyar dolar biaya pengobatan masyarakat miskin dan berpendapatan rendah. Menurut mereka, langkah ini membantu mengurangi pemangkasan anggaran dan utang negara.

Sementara itu, kubu konservatif Partai Republik sejak awal sudah berusaha mengubah Obamacare. Dalam pandangan mereka, keterlibatan pemerintah dalam masalah asuransi kesehatan dengan memaksa penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (warga) untuk menandatangani kontrak asuransi kesehatan, adalah intervensi atas pasar bebas dan indikasi gerakan ke arah sosialisme.

Lebih dari itu, bantuan dana besar-besaran untuk kampanye yang diberikan lobi-lobi perusahaan asuransi berpengaruh dan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, semakin mendorong kubu Republik untuk mengubah Obamacare. Di paruh pertama pemerintahan Barack Obama, Partai Demokrat berhasil mengubah pasar asuransi kesehatan di Amerika. Meski demikian, kekalahan Demokrat dalam pemilu sela tahun 2010 dan dimulainya aktivitas Kongres yang didominasi Republik pada tahun 2011, telah mengubah kondisi.

Kubu Republik sudah melakukan segala cara untuk mencabut UU Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau, ACA dan mencegah realisasinya, namun gagal. Bahkan perbedaan pendapat antara Gedung Putih yang berada di bawah kontrol Demokrat dengan kubu Republik yang menguasai Kongres saat itu, terkait mekanisme penyusunan anggaran, terutama poin-poin soal jaminan kesehatan, menyebabkan pemerintahan Amerika mengalami penutupan atau shutdown selama 16 hari, dan itu terjadi untuk yang kedua kalinya di tahun 2013.

Akan tetapi, upaya itupun tak membuahkan hasil, yang terjadi adalah, instansi pemerintah kebingungan menjalankan undang-undang dan minat warga Amerika untuk menerima program Obamacare, menurun, sehingga menambah masalah pemerintah Obama dalam merealisasikan perubahan mendasarnya di bidang sosial. Bahkan dikatakan, anjloknya suara Demokrat dalam pemilu sela tahun 2014 dan pilpres 2016, secara  signifikan, disebabkan oleh ketidakpuasan dan keputusasaan warga Amerika atas program Obamacare.    

Hal menarik yang patut diperhatikan disini adalah, meski telah berlalu lebih dari tujuh bulan sejak kubu Republik menguasai tiga lembaga pemerintahan Amerika, sampai sekarang Obamacare dengan segala permasalahannya, masih berjalan. Padahal sejak hari pertama Trump naik, Republik sudah bertekad untuk mencabut Obamacare. Sepertinya adalah hal yang mudah untuk mencabut Obamacare, dengan menyodorkan program sederhana pencabutan UU ini dan pemungutan suara DPR dan Senat, namun muncul masalah waktu yang membuat Kongres tidak mampu memberikan alternatif pengganti Obamacare ini.

Program-program usulan yang disampaikan sejak beberapa bulan lalu terutama di Senat, tidak mampu menjadi solusi bagi lebih dari 20 juta warga Amerika yang terlindungi jaminan asuransi di bawah program Obamacare. Program usulan terbaru adalah "Program Cassidy-Graham" prakarsa Bill Cassidy dan Lindsey Graham yang menuntut penghapusan empat trilyun dolar anggaran sistem perawatan kesehatan Amerika untuk 20 tahun ke depan.

Dengan kata lain, penghematan 200 milyar dolar setiap tahunnya. Sejumlah prediksi menyebutkan, jika program itu dilaksanakan, dalam dua tahun mendatang, 25 juta warga Amerika akan kehilangan jaminan asuransi mereka. Hal itu terjadi di saat perusahaan-perusahaan asuransi swasta akan menolak memberikan asuransi yang layak bagi warga Amerika yang membutuhkan.

Kesimpulannya, tanpa Obamacare dan penghapusan pelayanan pemerintah, jutaan warga Amerika tidak akan punya kesempatan lagi untuk membayar biaya kesehatan yang melambung tinggi, dan ini adalah sebab utama munculnya perselisihan di antara kubu pro dan kontra Obamacare di tengah Partai Republik.

Atul Gawande, peneliti kesehatan publik Amerika mengatakan, program usulan kubu Republik cacat informasi yang diperlukan terkait indikator kesehatan dan perawatan medis. Hal itu akan memperburuk kondisi asuransi kesehatan di Amerika. Sebelum disampaikannya program usulan Cassidy-Graham di Senat, Gawande mengatakan, program ini adalah bencana nasional yang bahkan tidak boleh dipilih.

Saat ini harapan kaum miskin di Amerika tertumpu pada keputusan Kongres. Baru-baru ini ratusan pasien dan orang cacat mendatangi Kongres untuk menyampaikan protes atas kemungkinan hilangnya asuransi mereka. Menurut mereka, keputusan tergesa-gesa Kongres merugikan kalangan menengah ke bawah Amerika.

Hal itu pula yang menyebabkan tiga senator Republik yaitu John McCain, Rand Paul dan Susan Collins bersama Mitch McConnell, pemimpin kubu Republik, mengurungkan niatnya mencabut Obamacare. Mereka mengatakan, nurani kami berontak ketika ratusan ribu warga Amerika terancam mati karena Obamacare dihapus. 46 senator Demokrat dan dua senator independen juga menentang kebijakan bersama pemerintah Trump dengan mayoritas anggota Partai Republik di Kongres itu.   

Sean Sullivan, analis politik terkait hal ini menuturkan, perkembang terbaru menunjukkan kekalahan besar Trump dan McConnell yang pekan lalu telah mengerahkan seluruh upayanya untuk mendukung realisasi janji kubu Republik soal pencabutan Obamacare.

Sepertinya hingga akhir tahun 2017 pemerintah Obama dan kubu Republik tidak akan bisa memenuhi janji kampanyenya dan tidak ada jaminan, Kongres akan mengesahkan pencabutan Obamacare sekalipun mendapat tekanan luas dari perusahaan-perusahaan asuransi. Hal ini akhirnya akan kembali mengubah Amerika menjadi negara maju yang tidak memberikan jaminan asuransi kesehatan menyeluruh bagi warganya sendiri.