-
Austria Minta Eropa Batalkan Negosiasi dengan Turki
Sep 03, 2016 07:45Pemerintah Austria meminta Uni Eropa menghentikan pembicaraan dengan Turki terkait proses keanggotaan negara itu.
-
Turki Sebut Komisi Eropa "Rasisme Budaya"
Sep 01, 2016 07:00Menteri Turki untuk Urusan Uni Eropa, menganggap komentar yang dibuat oleh Komisaris Uni Eropa untuk Ekonomi Digital dan Masyarakat, Guenther Oettinger sebagai "rasisme budaya."
-
Austria Menentang Turki Gabung Uni Eropa
Aug 28, 2016 08:03Wakil Kanselir Austria Reinhold Mitterlehner, mengatakan Turki tidak akan menjadi anggota Uni Eropa.
-
Velayati: Transformasi Timteng Pengaruhi Situasi Dunia
Aug 17, 2016 15:02Ketua Pusat Riset Strategis Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran menilai transformasi internal di kawasan Timur Tengah berpengaruh terhadap situasi dan kondisi dunia.
-
Untuk Kedua Kalinya Austria Panggil Dubes Turki
Aug 06, 2016 11:57Kementerian Luar Negeri Austria kembali memanggil Duta Besar Turki untuk mereaksi statemen terbaru Menlu negara itu.
-
Kurz: Uni Eropa Harus Pastikan Erdogan tak Salahgunakan Kudeta
Jul 17, 2016 23:00Menteri Luar Negeri Austria meminta Uni Eropa mengingatkan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki untuk memperhatikan aturan dan prinsip-prinsip terkait kudeta militer yang gagal di negara itu.
-
Menlu Austria Peringatkan Keruntuhan Eropa
Jun 29, 2016 13:44Menteri Luar Negeri Austria menilai reaksi atas krisis pengungsi merupakan kesalahan paling fatal yang pernah dilakukan Uni Eropa. Menurutnya, krisis ini dapat memicu keruntuhan Eropa.
-
Menlu Austria: Bahas Era Pasca Assad, Buang Waktu
May 16, 2016 14:27Menteri Luar Negeri Austria mengatakan, pembahasan-pembahasan terkait era pasca Bashar Al Assad, Presiden Suriah, telah menghabiskan banyak waktu percuma.
-
Fischer: Dibawah Erdogan, Turki Belum Bisa Masuk Uni Eropa
May 10, 2016 23:37Presiden Austria mengatakan, Turki masih belum siap untuk menjadi anggota Uni Eropa.
-
RIEGL Austria: Korporasi Asing Berlomba Masuki Pasar Iran
May 02, 2016 11:04Seorang pejabat perusahaan terkemuka Austria menyatakan kompetisi antara perusahaan berbagai negara dunia untuk memasuki pasar Iran sangat tinggi.