-
Lintas Warta 20 Februari 2023
Feb 20, 2023 11:53Demonstrasi Massal Menentang Konferensi Keamanan Munich.
-
Demonstran Zionis: Kami akan Lumpuhkan Ekonomi Israel !
Feb 15, 2023 20:26Kelompok-kelompok pengorganisir demonstrasi di Wilayah pendudukan mengeluarkan seruan aksi serentak di seluruh distrik Zionis, dan menegaskan akan melumpuhkan perekonomian Rezim Zionis.
-
Mengapa Pemerintah Myanmar Ingin Mempersenjatai Warga Sipil Loyal?
Feb 15, 2023 11:30Pemerintah Myanmar mengumumkan keputusannya untuk mempersenjatai warga yang setia kepada pemerintah, termasuk karyawan dan pensiunan militer.
-
Lintas Warta 15 Februari 2023
Feb 15, 2023 11:30Mengapa Pemerintah Myanmar Ingin Mempersenjatai Warga Sipil Loyal?
-
Sudah 6 Minggu, Ribuan Demonstran Israel Menentang Reformasi Peradilan
Feb 14, 2023 13:38Puluhan ribu warga Israel berunjuk rasa di pusat Tel Aviv pada Sabtu (11/02/2023) selama enam minggu berturut-turut menentang reformasi hukum kontroversial yang didorong oleh pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
-
Sudah 6 Minggu, Ribuan Demonstran Israel Menentang Reformasi Peradilan
Feb 14, 2023 13:38Puluhan ribu warga Israel berunjuk rasa di pusat Tel Aviv pada Sabtu (11/02/2023) selama enam minggu berturut-turut menentang reformasi hukum kontroversial yang didorong oleh pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
-
Demonstran Prancis Robek Bendera NATO
Feb 13, 2023 21:59Para demonstran anti-perang yang menentang pengiriman senjata oleh negara-negara Barat ke Ukraina, dalam aksinya di Paris, merobek bendera NATO.
-
Demonstrasi Sejuta Warga Prancis Menentang Kebijakan Pemerintah Macron
Feb 13, 2023 10:57Pada hari Sabtu (11/02/2023), hampir satu juta orang Prancis berpartisipasi dalam demonstrasi keempat menentang kebijakan pensiun pemerintah Macron.
-
Lintas Warta 13 Februari 2023
Feb 13, 2023 10:57Demonstrasi Sejuta Warga Prancis Menentang Kebijakan Pemerintah Macron.
-
Presiden Peru Menyerukan Dialog Multipartai untuk Mengakhiri Krisis
Feb 12, 2023 15:50Presiden Peru Dina Boluarte pada hari Jumat (10/02/2023) menyerukan dialog multipartai untuk membantu menyelesaikan krisis politik negaranya, dan mengatakan dua bulan protes anti-pemerintah yang terkadang mematikan telah membuat negara itu menjadi "demokrasi yang rapuh".