-
Nujaba: PM Baru Irak Wajib Usir Pasukan Penjajah
Okt 29, 2022 18:12Sekjen Gerakan Al Nujaba Irak dalam pesannya untuk Perdana Menteri baru berharap, pemerintah Irak, dapat mewujudkan tuntutan pengusiran pasukan penjajah dari negara itu.
-
PM Baru Irak Bertekad Berantas Korupsi di Pemerintahan
Okt 16, 2022 18:02Perdana Menteri baru Irak yang bertugas membentuk kabinet negara itu mengaku tidak akan ragu dalam mengambil kebijakan-kebijakan untuk memberantas korupsi di tubuh pemerintah.
-
Dinamika Asia Tenggara, 24 September 2022
Sep 24, 2022 18:08Dinamika di negara-negara Asia Tenggara pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti kesepakatan Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengani revitalisasi Industri Pariwisata.
-
Eks PM Malaysia Najib Razak Sakit Setelah Masuk Bui karena Korupsi
Sep 22, 2022 18:02Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, jatuh sakit setelah harus menjalani hukuman penjara karena kasus korupsi 1MDB.
-
Istri Najib Tiba di Pengadilan untuk Dengar Vonis Tuduhan Suap
Sep 01, 2022 14:55Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak tiba di Pengadilan Tinggi Malaysia untuk mendengar vonis atas tuduhan suap, Kamis (1/9/2022).
-
Bukti Dakwaan Kuat, Banding Mantan PM Malaysia Ditolak!
Aug 23, 2022 16:32Pengadilan tertinggi Federal Malaysia menolak banding terakhir yang diajukan mantan Perdana Menteri Najib Razak dan menguatkan vonis yang dijatuhkan terhadapnya terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
-
Lintas Warta 16 Agustus 2022
Aug 16, 2022 05:58Iran Kritik Bencana 20 Tahun Pendudukan Militer AS di Afghanistan
-
Lintas Warta 2 Agustus 2022
Aug 02, 2022 06:45Pascalawatan Bin Salman ke Eropa, Saudi Memulai Gelombang Penahanan.
-
Imam Husein as, Sang Reformis
Jul 31, 2022 14:55Imam Husein as karena kebangkitannya untuk memperbaiki pemerintahan yang rusak di zamannya dikenal sebagai salah satu reformis besar sejarah.
-
Pengakuan Saksi Kasus Korupsi: Mahathir Terima Donasi Politik Rp 8,7 M!
Jul 26, 2022 16:22Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad disebut pernah menerima donasi politik sebesar 2,6 juta Ringgit (Rp 8,7 miliar) dari perusahaan yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.