Haaretz Akui Israel Gunakan Cara Nazi Lancarkan Pembersihan Etnis di Gaza
Media rezim Zionis mengakui bahwa tentara Israel sedang melancarkan cara-acara ala Nazi untuk melakukan pembersihan etnis di Jalur Gaza.
Tehran Pars Today- Surat kabar rezim Zionis dalam salah satu artikelnya hari Senin melaporkan bahwa Israel memiliki rencana yang jelas dan disengaja untuk melakukan pembersihan etnis dan memaksa warga Palestina meninggalkan Gaza.
Gideon Levy, penulis Zionis untuk surat kabar Haaretz mengatakan,"Kabinet Israel tidak lagi bertindak hanya sebagai respons terhadap Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), tetapi secara strategis berupaya untuk mengurangi populasi Jalur Gaza yang terkepung."
Dalam artikelnya di Haaretz, Levy membandingkan kebijakan kabinet Netanyahu dengan metode yang digunakan oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II untuk memfasilitasi imigrasi Yahudi, dan dibentuk sebuah badan pusat yang dipimpin oleh Adolf Eichmann.
Penulis Zionis tersebut juga mengungkapkan bahwa tahap pertama dari rencana pengusiran dua juta warga Palestina dari tanah mereka melibatkan pemindahan sebagian besar penduduk ke kamp konsentrasi untuk memfasilitasi proses pengusiran yang efektif.
Sebelumnya, Juru Bicara UNRWA Juliette Touma memperingatkan tentang memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, dengan mengatakan, mayoritas penduduk Gaza telah memasuki tahap lima, yang merupakan tingkat paling parah dalam indeks kelaparan.
Touma menambahkan, Seluruh penduduk Jalur Gaza menderita malnutrisi.
"Kita dapat memasok 700 truk makanan ke Gaza setiap hari, tetapi Israel menghalanginya," tegas pejabat UNRWA.
Juru bicara UNRWA juga mengungkapkan bahwa Israel telah menutup 400 pusat distribusi bantuan kemanusiaan UNRWA di Gaza, sebuah langkah yang sangat mengganggu distribusi barang-barang vital hingga menyebabkan kelaparan parah di Jalur Gaza.(PH)