Pejabat Rusia Mereaksi Pernyataan Menhan Inggris tentang penculikan Putin
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183962-pejabat_rusia_mereaksi_pernyataan_menhan_inggris_tentang_penculikan_putin
Pars Today - Beberapa pejabat Rusia mereaksi pernyataan Menteri Pertahanan Inggris yang mengatakan bahwa ia ingin menculik Presiden Rusia Vladimir Putin dengan cara yang sama seperti menculik Presiden Venezuela.
(last modified 2026-01-12T04:37:36+00:00 )
Jan 12, 2026 11:36 Asia/Jakarta
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Pars Today - Beberapa pejabat Rusia mereaksi pernyataan Menteri Pertahanan Inggris yang mengatakan bahwa ia ingin menculik Presiden Rusia Vladimir Putin dengan cara yang sama seperti menculik Presiden Venezuela.

Menurut laporan IRNA dari media Rusia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menggambarkan pernyataan John Healey, Menteri Pertahanan Inggris sebagai "fantasi bodoh dari orang-orang Inggris yang menyimpang".

Grigory Karasin, Kepala Komite Urusan Internasional Dewan Federasi (Majelis Tinggi) Rusia menekankan, "Healey harus bertanggung jawab atas kata-katanya."

Vitaly Milonov, anggota Parlemen Rusia (Duma), juga menggambarkan pernyataan Menteri Pertahanan Inggris sebagai provokatif dan mengatakan, "Inggris selalu memainkan peran sebagai negara yang gemar berperang, negara yang telah memprovokasi banyak konflik antara Rusia dan Turki."

Milonov mengatakan, "Inggris tidak pantas mendapatkan rasa hormat, apalagi pengakuan atas keberadaannya."

Menurut laporan media Rusia dari surat kabar Telegraph yang berbasis di London, Menteri Pertahanan Inggris John Healey sebelumnya menyatakan bahwa ia tidak akan menentang skenario "penculikan" Putin, serupa dengan penculikan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.

Ketika seorang reporter bertanya kepada Menteri Pertahanan Inggris pemimpin dunia mana yang akan ia pilih untuk tindakan itu, Healey langsung merujuk pada Presiden Rusia.

Pada 3 Januari 2026, pasukan Amerika menculik Maduro dan istrinya dalam serangan malam di Venezuela dan membawa mereka ke Amerika Serikat untuk diadili. Maduro mengaku tidak bersalah di pengadilan federal New York pada 5 Januari, dengan mengatakan bahwa ia masih presiden negaranya.

Sejumlah negara di seluruh dunia menggambarkan tindakan AS sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Venezuela dan hukum internasional dan menuntut pembebasan Maduro.(sl)