Eskalasi Ketegangan Perdagangan antara Eropa-AS di Davos
-
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen
Pars Today - Menyusul reaksi terhadap ancaman Trump tentang Greenland, Presiden Komisi Eropa dan Presiden Prancis menanggapi ancaman Presiden AS tentang Greenland di KTT Ekonomi Davos.
Menurut laporan Mehr mengutip situs Al-Quds Al-Arabi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia Davos, "Terperosok ke dalam lingkaran setan kegagalan hanya menguntungkan musuh kita, yang kita semua bertekad untuk menjauhkan mereka. Oleh karena itu, tanggapan kita akan tegas, bersatu, dan proporsional."
Menurut laporan ini, Trump bermaksud mengadakan pertemuan dengan kehadiran berbagai pihak di KTT Davos untuk mengambil kendali atas Greenland, wilayah otonom Denmark. Ia membenarkan tindakan ini atas dasar keamanan terhadap pengaruh Rusia dan Tiongkok. Sebuah isu yang telah ditentang oleh sekutu-sekutu Eropanya di NATO.
Presiden Komisi Eropa juga menyebut pengenaan tarif bea cukai tambahan pada beberapa negara Eropa yang menentang tujuan AS di Greenland sebagai "kesalahan besar" dan mengingatkan bahwa perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan AS pada Juli lalu adalah sebuah perjanjian dan harus dihormati.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyerukan Uni Eropa untuk menggunakan instrumen perdagangan yang kuat di saat kurangnya rasa saling menghormati. Ia menganggap kebijakan perdagangan AS menantang dan melemahkan Eropa dan mengumumkan kemungkinan penggunaan instrumen "kontra-koersi" Eropa, yang dikenal sebagai "bazooka", jika terjadi perang dagang.
Macron juga menekankan perlunya menghormati supremasi hukum dan menghindari logika kekerasan dan kebrutalan.
Dalam hal ini, Parlemen Eropa menangguhkan proses persetujuan perjanjian perdagangan karena ancaman Trump baru-baru ini, dan para pemimpin Uni Eropa sedang mempertimbangkan langkah-langkah pembalasan dan akan membahas masalah Greenland dalam pertemuan darurat di Brussels.(sl)