Medvedev: Maduro Bakal Dibebaskan
-
Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusi
Pars Today - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia mengatakan bahwa Presiden Venezuela yang ditahan kemungkinan akan diampuni, jika bukan oleh Trump, maka oleh presiden Amerika Serikat berikutnya.
Menurut laporan ISNA, Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mencatat dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs RIA Novosti bahwa posisi AS dalam mengajukan tuduhan bermotif politik terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro tidak sah dari perspektif sejumlah norma dasar hukum internasional.
Dia kemudian mencontohkan tindakan Washington yang melanggar norma-norma hukum terkait kekebalan mutlak kepala negara, prinsip integritas teritorial, dan hak asasi manusia.
Medvedev menambahkan, “Tentu saja, Gedung Putih dapat mengabaikan semua norma terkait prosedur hukum, serta prinsip-prinsip hukum publik internasional, dengan dalih ‘kepentingan nasional’ yang berulang kali diumumkan, seperti yang biasanya terjadi dalam sejarah Amerika Serikat.”
Pejabar senior Rusia ini meyakini bahwa dalam kasus ini, Maduro akan menjadi sasaran penuntutan pidana yang bermotif politik sebagai peringatan bagi semua negara yang menentang ‘Doktrin Donroe’, dan hasilnya hampir pasti.
Dia menulis, “Namun, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya di media sosial, dia juga kemungkinan besar akan diampuni, jika bukan oleh Trump sendiri, maka setidaknya oleh presiden AS berikutnya.”
Pada 3 Januari, Amerika Serikat, atas perintah Presiden AS Donald Trump, melakukan serangan besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, di mana mereka menangkap Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dengan dalih bahwa mereka terlibat dalam ‘terorisme narkoba’, dan membawa mereka ke New York.(sl)