Polandia Menolak Kirim Sistem Pertahanan Rudal Patriot ke Asia Barat
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i188146-polandia_menolak_kirim_sistem_pertahanan_rudal_patriot_ke_asia_barat
Pars Today – Menteri Pertahanan Polandia, dalam menanggapi laporan media mengenai permintaan Washington kepada Warsawa untuk mengirim satu unit operasional sistem pertahanan udara Patriot yang mencakup radar, pusat kendali/pengarahan tembakan, dan beberapa peluncur ke Asia Barat, menegaskan bahwa Polandia tidak memiliki rencana untuk menyediakan sistem tersebut kepada Amerika Serikat.
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
Apr 01, 2026 11:15 Asia/Jakarta
  • Rudal patriot
    Rudal patriot

Pars Today – Menteri Pertahanan Polandia, dalam menanggapi laporan media mengenai permintaan Washington kepada Warsawa untuk mengirim satu unit operasional sistem pertahanan udara Patriot yang mencakup radar, pusat kendali/pengarahan tembakan, dan beberapa peluncur ke Asia Barat, menegaskan bahwa Polandia tidak memiliki rencana untuk menyediakan sistem tersebut kepada Amerika Serikat.

Menurut laporan kantor berita IRNA pada Rabu (1/4/2026) dini hari yang mengutip kantor berita RIA Novosti, Władysław Kosiniak-Kamysz menulis dalam sebuah pesan di akun media sosial X miliknya (sebelumnya Twitter): Sistem Patriot kami dan rudal-rudalnya digunakan untuk melindungi wilayah udara Polandia dan sayap timur NATO.

 

Ia menambahkan: Tidak ada yang berubah dalam hal ini dan kami tidak memiliki rencana untuk memindahkannya ke mana pun.

 

RIA Novosti menulis bahwa media lokal Polandia sebelumnya melaporkan Washington telah meminta Warsawa untuk memindahkan salah satu dari dua unit operasional sistem pertahanan udara Patriot miliknya ke Asia Barat.

 

Pada pertengahan Maret, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta beberapa negara Eropa dan Asia untuk mengirim kapal perang mereka ke kawasan tersebut, namun banyak di antaranya menolak. Presiden Gedung Putih itu berulang kali menyalahkan sekutu NATO karena kurangnya dukungan mereka dan bahkan menyatakan bahwa Washington mungkin akan menangguhkan bantuan kepada negara-negara tersebut.

 

Menurut laporan IRNA, sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington akan meninjau hubungannya dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah berakhirnya perang melawan Iran, karena Spanyol dan beberapa negara anggota lainnya tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara dan pangkalan militer mereka untuk operasi Amerika terhadap Iran.

 

Marco Rubio mengatakan bahwa Washington harus “meninjau kembali” hubungannya dengan NATO setelah perang Iran berakhir.

 

Dalam wawancaranya dengan jaringan Al Jazeera, ia menyatakan: Pada saat Amerika Serikat membutuhkan bantuan, negara-negara seperti Spanyol yang merupakan anggota NATO—dan yang kami berkomitmen untuk membelanya—tidak mengizinkan kami menggunakan wilayah udara mereka dan bahkan membanggakan hal tersebut. Negara-negara lain juga melakukan hal yang sama.

 

Kepala diplomasi Amerika Serikat itu menambahkan: Salah satu alasan NATO bermanfaat bagi Amerika Serikat adalah karena organisasi itu memungkinkan AS memiliki pangkalan di Eropa untuk penempatan pasukan, pesawat, dan senjata dalam keadaan darurat.

 

Ia mengatakan: Namun jika NATO hanya berarti bahwa kami membela Eropa, sementara mereka menolak memberi kami akses ke pangkalan ketika kami membutuhkannya, maka perjanjian ini bukanlah kesepakatan yang terlalu baik. Karena itu, semua hal ini harus ditinjau kembali. (MF)