Baghaei: Penekanan Eropa pada Sanksi HAM terhadap Iran Memalukan
-
Esmail Baghaei, jubir Kemenlu
Pars Today – Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengkritik keras pernyataan Presiden Komisi Eropa mengenai sanksi “tidak manusiawi” terhadap Iran atas nama hak asasi manusia, menyebutnya sebagai sikap munafik dan memalukan.
Menurut laporan Young Journalists Club (YJC); Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, pada Senin (27/4/2026) malam memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Komisi Eropa.
Presiden Komisi Eropa dalam pernyataannya menyatakan bahwa “terlalu dini” untuk membahas pencabutan sanksi terhadap Iran.
Sejalan dengan hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri menulis di platform X: “Sanksi tidak manusiawi Uni Eropa terhadap Iran tidak pernah ada hubungannya dengan ‘hak asasi manusia’. Sanksi-sanksi ini dirancang sejak awal untuk menginjak-injak hak-hak dasar rakyat Iran.”
Baghaei kepada Presiden Komisi Eropa, menekankan: “Tidak ada yang percaya pada pertunjukan menjijikkan ini. Gestur-gestur pamer ini tidak akan menciptakan sedikit pun kredibilitas bagi Anda di panggung internasional, melainkan hanya semakin menyoroti pendekatan munafik dan standar ganda dari pemerintahan Eropa, serta mempercepat proses penurunan Eropa ke jurang ketidakrelevanan dan ketiadaan pengaruh.”
Ursula von der Leyen, dalam kunjungannya ke Berlin, menyatakan bahwa “terlalu dini” untuk mencabut sanksi Uni Eropa terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa sanksi-sanksi ini diterapkan karena penindasan terhadap rakyat Iran oleh negara tersebut. Ia menegaskan bahwa kita harus terlebih dahulu menyaksikan perubahan, perubahan mendasar di Iran, sebelum kita dapat mencabut sanksi-sanksi tersebut. (MF)