Brasil: Struktur Global Perlu Dibangun Kembali
(last modified Mon, 07 Jul 2025 03:21:12 GMT )
Jul 07, 2025 10:21 Asia/Jakarta
  • Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva
    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

Pars Today - Pada acara pembukaan KTT BRICS di Rio de Janeiro, Presiden Brasil menekankan perlunya membangun kembali lembaga-lembaga global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dana Moneter Internasional, serta menyerukan peran yang lebih besar bagi negara-negara dari belahan bumi Selatan dalam arsitektur tatanan internasional.

Para pemimpin BRICS bertemu di Rio de Janeiro hari Minggu (06/07/2025) untuk membahas reformasi lembaga global, menghadapi monopoli teknologi, dan menentang kebijakan perdagangan AS.

Para pemimpin BRICS akan membahas solusi baru untuk tantangan ekonomi global, kecerdasan buatan, dan perubahan iklim, dengan fokus pada penguatan kerja sama di belahan bumi selatan, terutama melawan dominasi struktur Barat.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menekankan perlunya "pengawasan multilateral" atas teknologi baru, terutama kecerdasan buatan, pada pertemuan puncak bisnis BRICS, dengan peringatan bahwa tanpa kerangka kerja yang jelas dan disepakati, struktur dunia masa depan akan berada di tangan perusahaan teknologi besar.

Lula da Silva menambahkan, Dengan tidak adanya pedoman yang jelas dan kolektif, model yang terbentuk hanya berdasarkan pengalaman perusahaan besar.

Presiden Brasil menekankan bahwa negara-negara berkembang harus memainkan peran utama dalam mereformasi lembaga global utama seperti Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dana Moneter Internasional.

Menurut Lula, Lembaga-lembaga ini tidak lagi menjadi representasi sejati tatanan dunia baru dan harus memberi lebih banyak ruang bagi partisipasi negara-negara dari belahan bumi selatan.

Presiden Brasil menambahkan bahwa negara-negara BRICS kini mencakup lebih dari separuh populasi dunia dan 40 persen dari output ekonomi. Realitas ini harus tercermin dalam struktur lembaga-lembaga internasional.

KTT BRICS tahun ini akan diselenggarakan dengan kehadiran resmi 11 negara anggota, termasuk Republik Islam Iran, Arab Saudi, Indonesia, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Lebih dari 30 negara juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung atau bekerja sama dengan kelompok tersebut. Perluasan ini menjadikan BRICS salah satu suara independen terpenting di dunia yang menentang tatanan yang berpusat pada Barat.(sl)