Jangan Sampai Karena Pilpres Indonesia Pecah
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i47139-jangan_sampai_karena_pilpres_indonesia_pecah
Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan warga agar bersatu. Jangan sampai karena ada agenda politik, bangsa Indonesia terpecah belah.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Nov 23, 2017 07:29 Asia/Jakarta

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan warga agar bersatu. Jangan sampai karena ada agenda politik, bangsa Indonesia terpecah belah.

Jokowi mengatakan Indonesia dianugerahi Allah suku dan bahasa yang beragam. Untuk itu, anugerah tersebut harus terus dijaga dan dirawat.

"Oleh sebab itu, saya mengajak mari kita semua untuk terus menjaga karena 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim dan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang harus kita jaga, harus kita rawat persaudaraan kita, persatuan kita, ukhuwah wathaniyah kita harus kita rawat," kata Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11/2017). Dalam kunjungannya, Jokowi ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

Jokowi mengingatkan jangan sampai karena agenda politik, seperti pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden, persaudaraan di Indonesia menjadi pecah.

"Jangan sampai ada sesuatu hal kita jadi pecah. Kita ingin seluruh warga negara Indonesia bersatu, sebagai saudara sebangsa setanah air. Oleh sebab itu, jangan sampai karena pilihan bupati, karena pilihan wali kota, atau karena pilihan gubernur, atau karena pilihan presiden, kita jadi pecah. Jangan jadi pecah," kata Jokowi.

Jokowi pun mengatakan rakyat dipersilakan memilih pemimpin yang baik menurut pribadi masing-masing. Setelah pemilihan, bangsa harus bersatu kembali.

Presiden Joko Widodo saat di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani, Lombok.

"Silakan kalau ada pilihan coblos yang paling baik, dipilih. Kalau ada pilihan yang paling baik, presiden, silakan dicoblos. Tetapi setelah pilihan itu, marilah kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Mari kembali menjaga ukhuwah islamiyah kita. Itu titipan saya," tegas Jokowi.

Terkait dengan kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, hal itu merupakan balasan atas kedatangan Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin, ke Istana pada 9 November 2017. Saat itu pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada KH Zainuddin Abdul Madjid.

"Beliau ini, Hajah Sitti Raihanun, sudah tiga kali ke Istana. Saya hadir sebagai imbal balik dari kehadiran beliau. Beliau hadir terakhir pada 9 November lalu pada saat almarhum Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Zainuddin Abdul Madjid diberikan gelar pahlawan. Beliau hadir pada saat penerimaan anugerah itu," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani, Lombok. Dalam kunjungannya ini, Jokowi didoakan terpilih kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Jokowi tiba di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Siralaya, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekira pukul 09.00 WITA, Kamis (23/11/2017). Kehadiran Jokowi disambut oleh Ketua YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, Hj Sitti Raihanun Zainuddin dan Sekretaris YPPP Syaikh Zainuddin Anjani, KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

Jokowi yang didampingi Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi masuk ke ruangan pimpinan ponpes untuk berbincang secara tertutup.

Sekitar 15 menit kemudian, pertemuan selesai. Jokowi dan Zainul Majdi bersama Sitti Raihanun dan KH Lalu Gede berjalan kaki menuju ke masjid pondok pesantren. Ribuan santri sudah berkumpul di sana.

Kehadiran Jokowi disambut meriah dengan lantunan shalawat dan ayat-ayat suci. Banyak santri yang berusaha mendekat untuk bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.

Setelah masuk ke gedung, Jokowi, Tuan Giru Bajang Zainul Majdi dan pimpinan ponpes duduk bersila di panggung. Di sana, KH Lalu Gede membuka acara dan memimpin doa bersama.

"Kita doakan semoga Bapak Presiden kita selalu dalam keadaan sehat, diberikan umur yang panjang dan tentunya terpilih kembali pada Pilpres 2019 mendatang," kata Lalu Gede. "Amin, amin ya Allah," sahut para santri serentak. (Detik)