Presiden Minta Perguruan Tinggi Respon Kemajuan Teknologi
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i48423-presiden_minta_perguruan_tinggi_respon_kemajuan_teknologi
Presiden Joko Widodo berharap perguruan tinggi cepat merespon setiap perkembangan teknologi yang memberikan pengaruh besar dalam perubahan pola kehidupan manusia ke depan.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Des 20, 2017 08:44 Asia/Jakarta

Presiden Joko Widodo berharap perguruan tinggi cepat merespon setiap perkembangan teknologi yang memberikan pengaruh besar dalam perubahan pola kehidupan manusia ke depan.

"Yang harus kita waspadai adalah tantangan yang selalu berubah sangat dinamis saat ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat," kata Jokowi saat memberikan kuliah umum dalam Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-68 di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Selasa.

Menurut Presiden, perkembangan teknologi baru seperi munculnya robot serta "artificial intelligence" atau kecerdasan buatan akan sangat memengaruhi kehidupan manusia kedepan.

"Teknologi baru, baru kita pelajari. Namun, beberapa saat kemudian sudah muncul teknologi baru lagi," tutur Jokowi.

Lahirnya teknologi baru, kata dia, membuat beberapa jenis pekerjaan yang ada saat ini tidak lagi relevan bahkan hilang di masa mendatang.

"Kita lihat saja tukang Pos, dulu sangat penting dan sekarang sudah tidak dikenal lagi. Teller atau kasir mungkin nanti juga sudah tidak relevan lagi," kata dia.

Perkembangan teknologi tersebut juga berdampak pada perubahan formasi bisnis yang sebagian besar telah mengarah ke produk-produk digital dengan sarana pemasaran secara daring atau "online".

"Bahkan dunia politik dan pemerintahan juga harus menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Suatu saat nanti jumlah administrator semakin sedikit karena banyak jumlah pekerjaan yang bisa diautomatisasi," ucap Jokowi.

Hal itu, menurut dia, perlu direspons secara cepat oleh perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peran sentral dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta karya-karya riset yang unggul.

"Tatkala ada jenis pekerjaan yang hilang dan jenis pekerjaan baru yang muncul pasti ini harua direspon pendidikan tinggi. Dan tatkala `landscape` politik, ekonomi, dan sosial berubah pasti agenda penelitian dan pengabdian universitas juga mengalami perubahan," kata dia.

Presiden Indonesia Joko Widodo

Presiden Sapa Dosen Pembimbingnya Saat di UGM

Presiden Joko Widodo menyapa dosen pembimbing skripsinya saat menyelesaikan pendidikan di Jurusan Teknologi Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak dosen pembimbing saya, Bapak Kasmujo, " kata Presiden saat silahturahmi dengan teman se-angkatan serta dosen Fakultas Kehutanan, UGM, Yogyakarta, Selasa.

Presiden sempat mengungkapkan bahwa dosennya ini sangat galak, sehingga bimbingan skripsinya sempat bolak-balik.

"Beliau itu, waktu membimbing saya, seingat saya galak sekali. Saya masih ingat, tetapi sekarang bijak sekali, sudah berubah. Saya tidak tahu yang berubah saya atau Pak Kasmujo," kata Jokowi.

Presiden yang merupakan mahasiswa angkatan 1980 UGM ini juga menyampaikan terima kasihnya kepada dosen pembimbingnya karena bisa menyelesaikan skripsinya.

Jokowi juga mengaku waktu mahasiswa bercita-cita menjadi pegawai Perhutani dan sempat melamar tapi gagal.

"Dulu, cita-cita saya dan kawan-kawan ingin jadi pegawai Perhutani. Saya mendaftar tidak diterima, diterimanya jadi Presiden," katanya.

Presiden mengaku kegagalannya tersebut merupakan garis dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijalaninya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga sempat menyapa teman seangkatannya.

"Saya hormati bapak Dekan, bapak ibu sekalian yang hadir, khususnya kawan-kawanku angkatan 80 dari dulu kompak banget, tapi kompaknya kemana ngak tahu saya," kata Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan pandangannya tentang kehutanan Indonesia.

"Saya setahun lalu, bertemu dengan Raja Norwegia. Beliau cerita ke saya, bahwa di Norwegia kandungan tambang banyak sekali, tetapi justru yang dikembangkan adalah sektor kehutanan," kata Presiden.

Jokowi mengungkapkan Norwegia bisa hidup menjadi negara dengan pendapatan yang sangat tinggi seperti negara-negara di Skandinavia.

"Mengapa mereka bisa jadikan negara kaya dari hutan saja. Saya melihat dari hulu hingga hilir dikerjakan secara detail, yang kita tidak melakukannya," kata Jokowi.

Presiden mengatakan Indonesia harus memperbaiki pengelolaan hutan.

"Kita memiliki lahan yang sangat subur sekali. Saya lihat, saya sudah terbang dari Sabang-Merauke, dari Miangas-Rote, terlalu banyak lahan yang kita terlantarkan. Padahal jika diurus benar, bisa seperti Wana Gama," katanya.

Presiden berharap Indonesia bisa meniru negara-negara lain yang sukses mengelola hutannya untuk bisa meningkatan pendapatan nasional.(AntaraNews/MZ)