Kenaikan Harga Beras di Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i49797-kenaikan_harga_beras_di_indonesia
Tahun 2018 di Indonesia diawali dengan kenaikan harga beras. Di sejumlah daerah dilaporkan harga beras naik sampai Rp 2.000. Menurut laporan Detiknews harga beras melonjak. Di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, harga beras medium naik dari Rp 8.000/kilogram (kg) menjadi Rp 8.800/kg.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 14, 2018 12:48 Asia/Jakarta
  • Harga Beras
    Harga Beras

Tahun 2018 di Indonesia diawali dengan kenaikan harga beras. Di sejumlah daerah dilaporkan harga beras naik sampai Rp 2.000. Menurut laporan Detiknews harga beras melonjak. Di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, harga beras medium naik dari Rp 8.000/kilogram (kg) menjadi Rp 8.800/kg.

Sedangkan beras premium naik dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 12.500/kg. Menurut Ketua Satgas Pangan Polri, Setyo Wasisto, lonjakan harga beras ini terjadi lantaran harga gabah naik.

"Pertama karena memang harga perdagangan gabah sudah naik di Jabar (Jawa Barat), Jatim (Jawa Timur) saat ini sebesar Rp 5.800 sampai Rp 6.000. Kalau sudah jadi beras harganya Rp 12 ribuan," terang Setyo kepada detikFinance, Senin (8/1/2018).

Beras Bulog

Selain itu, Setyo mengatakan, saat ini memang berlangsung panen cuma belum merata. "Ini ada panen, tapi masih sporadis di beberapa tempat. Kalau panen raya kan akhir Februari," kata Setyo.

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo mengatakan, kenaikan mulai terjadi sejak akhir 2017 untuk beras medium maupun premium. "Beras medium dari Rp 8.000 sekarang Rp 8.800. Ada juga yang sampai Rp 11.000 kalau kualitas yang bagus. Beras premium Rp 12.000 jadi Rp 12.500.

Sementara itu menurut laporan Tribunnews, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, harga beras di beberapa pasar di Jakarta mulai melonjak. Bahkan, Sandiaga menyebut ada pasar yang mematok harga beras hampir Rp 12.000 per kilogram.

"Sekarang sudah di angka Rp 11.000, malah ada beberapa pasar yang merangkak mendekati angka Rp 12.000," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/1/2018).

Sandiaga mengatakan, kenaikan harga beras di beberapa pasar rata-rata lebih dari 10 persen. Kenaikan harga ini dipicu adanya pedagang yang menahan stok beras untuk dijual karena menunggu masa panen raya.

"Melonjaknya (harga) karena pasar mengantisipasi lemahnya pasokan dan disinyalir ada beberapa aliran distribusi, rantai distribusi yang tersendat," katanya.

Kenaikan harga beras, lanjut Sandiaga, terjadi di pasar-pasar di Jakarta Timur, Pasar Kebayoran Lama, dan beberapa pasar lain di Jakarta Selatan.

Sandiaga telah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membicarakan lonjakan harga beras di Ibu Kota. Pemerintah pusat dan Pemprov DKI akan memasok beras ke pasar-pasar di Jakarta agar pedagang tidak mengkhawatirkan kelangkaan beras dan tetap menjual stok yang mereka miliki.

Persedian Beras Bulog

"Jaminan dari Menteri Pertanian aman dan kami akan pastikan Food Station betul-betul melakukan intervensi pasar, memastikan peran Food Station untuk menghadirkan pasokan yang cukup di 4-5 hari ke depan karena ini krusial, sangat penting," ucapnya.

Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog untuk menurunkan harga beras. Harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Saya tadi ke Pasar Gede, sempat ngobrol dengan para pedagang. Ternyata di sini kenaikan harga beras sekitar Rp2.000-2.500/kg," kata Hasan yang juga ketua umum DPP PAN itu, di Solo, Minggu.

Oleh karena itu, untuk menurunkan harga beras tersebut pihaknya berharap agar stok beras yang dimiliki  Bulog segera dihabiskan untuk digunakan operasi pasar besar-besaran. "Kasihan masyarakat, sekarang ini harga beras naik, harga gas naik, listrik naik," katanya.

Mengenai impor beras, pihaknya berharap agar pemerintah lebih berhati-hati melakukannya mengingat pada bulan Februari mulai memasuki panen raya. "Kalau mau beli (impor), beli pesan tetapi jangan didatangkan. Taruh di luar negeri dulu, karena kalau masuk dan bersamaan dengan panen raya maka harga bisa hancur," katanya.

Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia sudah swasembada pangan, suatu capaian ketahanan pangan yang juga disumbang peran serta TNI. Kalaupun harus membeli beras dari luar negeri, menurut dia, akan lebih tepat digunakan sebagai stok atau cadangan ketika di dalam negeri sedang tidak ada stok.

Sebelumnya, menurut salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Ali, untuk beras premium kini naik harga menjadi Rp11.500/kg-Rp13.000/kg dari yang seharusnya di kisaran Rp11.000/kg. Sedangkan untuk beras kualitas medium, dia katakan, harganya mencapai Rp10.000-11.000/kg, yang melebihi HET pemerintah, yaitu Rp9.450/kg.

Terkait kenaikan harga itu, mereka tidak mengetahui secara pasti karena dari distributornya harga beras sudah tinggi.