Selasar BEI Ambruk
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i49917-selasar_bei_ambruk
Atap lobi Bursa Efek Indonesia ambruk sekitar pukul 12.00 Senin (15/1). Namun, ambruknya atap tersebut tak mengganggu jalannya perdagangan saham. Analis saham dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo mengatakan saat insiden tersebut terjadi dirinya sedang berada di depan trading room.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 16, 2018 13:33 Asia/Jakarta
  • Insiden Ambruknya Selasar BEI
    Insiden Ambruknya Selasar BEI

Atap lobi Bursa Efek Indonesia ambruk sekitar pukul 12.00 Senin (15/1). Namun, ambruknya atap tersebut tak mengganggu jalannya perdagangan saham. Analis saham dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo mengatakan saat insiden tersebut terjadi dirinya sedang berada di depan trading room.

"Pas rubuh saya lagi di depan komputer," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Januari 2018.

Ia mengaku tak kaget sama sekali dengan adanya insiden tersebut. "Saya biasa aja ngga kaget atau apa, karena yang roboh itu kan bagian luar dari bursa, di lobi," kata dia. Lucky mengatakan lain halnya jika yang roboh adalah bagian-bagian yang akan menyebabkan gangguan teknis.

Menurut dia, Lobi BEI biasa digunakan untuk penukaran identitas (KTP) dan dilalui orang untuk istirahat makan siang. Ia menjelaskan tidak sepenuhnya korban dalam kejadian tersebut adalah orang-orang yang berhubungan dengan BEI.

Setelah kejadian ambruknya selasar BEI

"Jadi korban di sana tidak sepenuhnya ingin melakukan kegiatan yang berhubungan dengan BEI karena itu kan office building perkantoran," ucapnya.

Ia menjelaskan sampai saat ini perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus berjalan. Ia mengatakan insiden rubuhnya gedung BEI tidak mengarah pada penghentian perdagangan.

"Sampai sekarang IHSG masih dengan posisi yang sama seperti pembukaan awal tadi. Kecuali hari ini mengalami koreksi yang cukup signifikan baru bisa dikatakan bahwa insiden tersebut menimbulkan hal negatif," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin,15 Januari 2018.

Menurut Lucky insiden tersebut termasuk ke dalam kategori insiden minor tidak signifikan. Ia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pengumuman dari BEI kepada pihak Pialang.

"Kuncinya IHSG masih berada pada level yang sama tidak mengalami perubahan signifikan," ucapnya.

Jumlah korban terluka akibat ambruknya selasar lantai 2 Tower 2 Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Senin sore mencapai 77 orang. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Pandowo Argo Yuwono mengatakan  para korban dirawat di Rumah Sakit Mintoharjo, RS MRCCC, RS Pusat Pertamina, dan RS Jakarta.

Argo menuturkan, petugas telah memeriksa tiga orang saksi terkait kejadian tersebut, yakni petugas keamanan Aston dan Andi Sisworo, serta pengemudi Johanan. Peristiwa terjadi, kata Argo, berawal ketika para saksi berada di sekitar lobi Tower II BEI di kawasan SCBD Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Januari 2018, pukul 11.55 WIB.

Insiden Ambruknya Selasar BEI

Saat itu, sejumlah mahasiswa melakukan kunjungan. Tiba-tiba terdengar suara kencang dari dalam Tower II BEI. Berdasarkan pemeriksaan, ujar Argo, suara itu berasal dari lantai 1 Tower 2 BEI yang ambruk menimpa sejumlah korban.

"Kemudian alarm gedung berbunyi dan area mulai diamankan dan segera menghubungi polisi dan medis," ujar Argo. Kemudian polisi memasang garis polisi untuk olah tempat kejadian perkara dan memanggil tim Pusat Laboratorium Forensi (Puslabfor) Mabes Polri.

Selain itu, ujar Argo, polisi juga mengamankan rekaman kamera tersembunyi, mendata identitas saksi, mendirikan posko di lokasi, mengirim dan merawat korban luka ke rumah sakit dan menghubungi pihak pengelola gedung BEI.

Selanjutnya, petugas memeriksa pihak BEI guna meminta keterangan soal "blueprint" bangunan, pemeliharaan dan pengawas bangunan. Polisi juga membagi proses penyidikan, mengumpulkan hasil olah TKP, mencari data serah terima bangunan dari kontraktor dan membuat jalur komunikasi dari polda, polres, polsek dan pemangku kepentingan lainnya.

Polisi akan mengusut cetak biru (blueprint) Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait ambruknya balkon bangunan itu, Senin 15 Januari 2018. Cara ini untuk mengetahui penyebab ambruknya balkon di bangunan itu.

“Pasti ada keterangan gedung itu kuat hingga berapa tahun. Misalnya kuat hingga 25 tahun, tapi ini belum sampai umur segitu kok rubuh. Itu diselidiki,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Karenanya, polisi akan memanggil kontraktor Gedung BEI untuk mendapatkan gambaran utuh konstruksi bangunan yang ambruk. Balkon yang ambruk itu berada di lantai satu Gedung BEI Tower dua saat jam makan siang sekitar pukul 12.00 WIB. Pemeriksaan sementara polisi menemukan ambruknya balkon bukan karena bahan peledak.

Setyo juga belum bisa memastikan apakah robohnya balkon tersebut disebabkan oleh retakan. Menurut dia, kejadian ini tak terduga karena struktur gedung BEI selama ini dianggap kuat.“Ini freak accident. Siapa sangka bangunan sehebat BEI bisa rubuh gitu kan? Ini aneh tapi nyata,” ucap Setyo.

Meski demikian Polisi menurut Setyo, menduga gedung BEI lolos dari pemeriksaan berkala. “Gedung tinggi itu ada waktu tertentu untuk dicek, tidak mungkin tidak dicek. Mungkin ini lolos dari pengamatan,” ucap Setyo.

Peraturan tentang pemeriksaan gedung secara berkala tertuang dalam Pasal 1 ayat 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pasal itu menyebutkan pemeriksaan berkala adalah kegiatan pemeriksaan keandalan seluruh atau sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarananya dalam tenggang waktu tertentu guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung. (Tempo.co)