Gempa Bumi Lebak
Dampak gempa 6,1 magnitudo di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terus meluas di Sukabumi, Jawa Barat. Hingga Selasa malam (23/1/2018) malam dilaporkan sebanyak ratusan rumah rusak di 30 dari 47 kecamatan di Sukabumi.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Banten, Madias menyatakan sebanyak 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik berrinten 11 unit dan kekuatan 6,1 SR dengan koordinat 7,21 LS dan 105, 91 BT atau tepatnya 81 KM arah barat Lebak.
"Semua rumah yang mengalami kerusakan tersebar di 18 kecamatan," kata Madias di Lebak, Selasa.
Selama ini, bencana gempa tektonik cukup kuat sehingga banyak rumah warga yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data sementara tercatat 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tektonik itu. Dari 1,269 rumah terdiri dari rusak berat sebanyak 146 unit dan rusak ringan 1.123 unit.
Mereka warga yang rumahnya mengalami kerusakan tersebar di 17 kecamatan antara lain Wanasalam 63 unit, Bayah 142 unit, Panggarangan 92 unit, Cilograng 149 unit, Lebak Gedong 66 unit, Cimarga 5 unit, dan Sajira 1 unit.
Begitu juga di Kecamatan Cirenten 17 unit, Cihara 5 unit, Bojongmanik 15 unit, Cijaku 23 unit, Cigemblong 9 unit, Malingping 549 unit, Cileles 1 unit dan Muncang 10 unit.
Kerusakan itu juga puluhan bangunan sekolah SD, SMP dan MA juga tempat ibadah ban BPBD hingga kini mendirikan Posko Darurat untuk menerima laporan korban gempa tektonik. Penanganan pascabencana diprioritaskan agar para korban bisa kembali hidup normal.
Gempa bumi dirasakan di Jakarta, Selasa, pukul 13.35 WIB. Guncangan dirasakan kurang lebih selama 2-3 menit.
Di kawasan Jakarta Pusat karyawan yang berada di gedung berhamburan keluar. Gempa bahkan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di tingkat atas gedung bertingkat, namun juga yang berada di rumah.
Menteri Sosial Idrus Marham akan meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu.
"Mensos akan ke lokasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kecamatan Cilograng. Rencananya akan didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi dari Jakarta.
Menurut Harry, Mensos beserta rombongan berangkat dari Jakarta sekitar pukul 06.30 WIB dan diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya Kementerian Sosial bergerak cepat mendistribusikan bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Lebak, Banten, yang terjadi pada Selasa (23/1).
"Sesaat setelah gempa mengguncang, kami segera terjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk ikut menyisir dampak gempa bersama Dinas Sosial Provinsi Banten," kata Menteri Sosial Idrus Marham.
Bantuan logistik difokuskan kepada 92 kepala keluarga yang mengalami kerusakan rumah berat dan mengungsi di rumah tetangga dan keluarga.
Adapun jenis bantuan yang diberikan antara lain, beras sebanyak 1.000 Kilogram, 100 lembar selimut, 120 lembar matras, 240 paket lauk pauk, dan 30 paket foodware. Nilai bantuan yang telah disalurkan sebesar Rp 50,5 juta.
Idrus mengatakan, tim dari Kementerian Sosial juga telah diterjunkan untuk melakukan pendampingan dan assesment kebutuhan para pengungsi.
Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau warga mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hal itu dilakukan menyusul masih terjadinya gempa susulan pascagempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Banten dan sekitarnya pada Selasa (23/1/2018).
Karnawati pun mengimbau warga untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Gempa di selatan Jawa ini disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo Australia ke bawah lempeng Eurasia.
Gempa tersebut bersumber di 7.23 Lintang Selatan dan 105.9 Bujur Timur Samudra Hindia dengan kekuatan M 6,1 pada Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB. Menurut Karnawati, gempa ini termasuk berkedalaman menengah. (Antara/Kompas/CNNIndonesia/PH)