Kunjungan Presiden Jokowi ke Asia Selatan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i50403-kunjungan_presiden_jokowi_ke_asia_selatan
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu pagi, untuk kunjungan ke sejumlah negara di kawasan Asia Selatan yang akan diawali kunjungan ke Sri Lanka.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jan 25, 2018 08:14 Asia/Jakarta
  • Presiden Joko Widodo
    Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu pagi, untuk kunjungan ke sejumlah negara di kawasan Asia Selatan yang akan diawali kunjungan ke Sri Lanka.

Situs Antara melaporkan, Presiden Jokowi dan rombongan yang menumpang Pesawat Kepresidenan RI-1 bertolak dari Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.15 WIB.  Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan dan kunjungan resmi ke lima negara di Asia Selatan yaitu Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Presiden juga akan menghadiri KTT ASEAN-India di New Delhi yang akan membahas tentang sektor kemaritiman dan isu-isu internasional dan kawasan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan akan tetap melakukan kunjungan ke Afghanistan pada akhir Januari 2018 meskipun kondisi keamanan di negara itu memburuk.  Presiden mengatakan adanya keinginan untuk mengetahui kondisi di Kabul dan Afghanistan yang sesungguhnya.

Retno Marsudi

Menlu Retno Marsudi menjelaskan Presiden Jokowi akan melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Afganistan pada akhir Januari 2018 guna menindaklanjuti permintaan untuk membantu membangun perdamaian di negeri tersebut. Indonesia akan memberikan beberapa bantuan seperti pelatihan, pertukaran tokoh ulama serta pendidikan pemberdayaan perempuan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah membangun masjid di Indonesian Islamic Center (ICC), Kabul. Masjid tersebut bernama As-Salam.

Situs Kompas memberitakan, sebelum bertolak menuju Sri Lanka sebagai negara yang pertama disinggahi, Presiden Jokowi terlebih dahulu meninjau kesiapan pengiriman bantuan bagi para pengungsi Rohingya.

Pesawat Hercules yang akan membawa paket bantuan berupa logistik, obat-obatan, tenda, selimut, dan lainnya memang tengah berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ini merupakan kiriman bantuan untuk yang kesekian kalinya bagi para pengungsi Rakhine State di Cox's Bazar, Bangladesh.

Sementara itu, situs CNN Indonesia hari Kamis melaporkan, Presiden Joko Widodo membahas peningkatan kerja sama, termasuk di bidang infrastruktur dalam pertemuan dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dalam lawatan kenegaraan di Ibu Kota Kolombo.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Sri Lanka merupakan momen bersejarah. Lawatan tersebut merupakan yang pertama sejak 39 tahun lalu dan bertepatan dengan peringatan 66 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka.

Dalam pertemuan empat mata, Presiden Jokowi menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Sri Lanka. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengusulkan kerja sama di bidang perkeretaapian, dimana PT INKA telah beberapa kali mengadakan pertemuan tekni dengan mitranya di Sri Lanka.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membawa 61 orang delegasi bisnis Indonesia untuk menjajaki pasar Asia Selatan lewat rangkaian kegiatan misi dagang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan kegiatan tersebut akan dimulai dari India pada 22 Januari 2018 dan dilanjutkan ke Pakistan pada 26 Januari 2018. Misi dagang kali ini merupakan bagian dari misi ekonomi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Asia Selatan.

Di sisi lain, ia mengatakan delegasi misi dagang ke India terdiri atas 37 orang dari 30 perusahaan, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).  Sementara itu, delegasi misi dagang ke Pakistan terdiri atas 24 orang dari 23 perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor produk pertanian, elektronik, teh, tekstil, kelapa sawit dan turunannya, serta jasa.

Saat berada di India, Enggar mengaku akan mengangkat isu penting momentum ASEAN-India Business and Investment Meet & Expo sebagai upaya pendekatan untuk segera menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Upaya penyelesaian segera RCEP adalah hasil Pertemuan Intersesi Menteri Ekonomi ASEAN di Singapura, beberapa waktu lalu.

RCEP merupakan pakta perdagangan bebas yang terdiri atas 16 negara, mencakup hamper setengah populasi dunia. Ke-16 negara anggota RCEP adalah sepuluh negara ASEAN (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) dengan enam negara mitra (Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru).

Penyelesaian perundingan RCEP diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi generasi muda, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan perkembangan inklusif, serta mempromosikan inovasi untuk memperbaiki standar hidup masyarakat.

Asia Selatan, terutama India, merupakan pasar yang besar dan potensial. Pada 2016, total perdagangan Indonesia-India sebesar US$12,98 miliar. Sementara itu pada periode Januari-November 2017 menunjukkan kenaikan menjadi sebesar US$16,55 miliar. Produk Indonesia yang disuplai ke India masih banyak yang berupa komoditas, seperti batu bara, CPO, tembaga, karet, timah, dan lain-lain. (Antara/Kompas/CNN Indonesia/PH)