Terpilihnya RI Jadi Anggota Tidak Tetap DK-PBB dan Hari al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i58338-terpilihnya_ri_jadi_anggota_tidak_tetap_dk_pbb_dan_hari_al_quds
Majelis Umum PBB pada hari Jumat, 8 Juni 2018 telah memilih lima negara sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari 2019. Kelima negara terpilih tersebut yakni Republik Indonesia, Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jun 09, 2018 07:38 Asia/Jakarta
  • Anggota delegasi Indonesia dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB.
    Anggota delegasi Indonesia dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB.

Majelis Umum PBB pada hari Jumat, 8 Juni 2018 telah memilih lima negara sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari 2019. Kelima negara terpilih tersebut yakni Republik Indonesia, Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.

Kelima negara tersebut akan menempati posisi sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan untuk masa jabatan selama dua tahun hingga akhir 2020 mendatang.

 

Berdasarkan laporan Reuters, Indonesia memperoleh lebih banyak suara dibanding Maladewa untuk satu tempat terakhir yang diperebutkan, sementara empat negara lainnya lolos tanpa perlawanan.

 

Menurut Kompas, terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB untuk masa jabatan 2019 sampai 2020 mendatang merupakan yang kali keempat.

 

Kelima negara yang terpilih itu akan menggantikan anggota tidak tetap Dewan Keamanan yang akan habis masa jabatannya pada akhir 2018, yakni Swedia, Belanda, Etiopia, Bolivia dan Kazakhstan yang menjabat sejak 2017.

 

Jika merujuk kepada situs PBB, Indonesia pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK-PBB untuk masa bakti 1973-1974 bersama Kenya, Peru, Australia, dan Austria. Kemudian terpilih kembali untuk periode 1995-1996 bersama dengan Botswana, Honduras, Jerman, dan Italia. Lalu terpilih kembali untuk masa bakti 2007-2008 bersama Afrika Selatan, Panama, Belgia, dan Italia.

 

Dewan Keamanan PBB terdiri dari lima anggota tetap, yakni AS, Rusia, China, Inggris dan Perancis, serta sepuluh anggota tidak tetap yang menjabat selama dua tahun. Setiap tahun Majelis Umum PBB memilih lima negara melalui pemungutan suara tertutup.

 

Peringatan Hari al-Quds Sedunia

 

 

Hari Al-Quds yang jatuh pada Jumat terakhir bulan Ramadan kembali diperingati berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali di Jakarta. Ribuan massa tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina dan Yaman serta Pandu Ahlulbait Indonesia, menggelar pawai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (8/6/2018). Mereka menyuarakan solidaritasnya untuk kaum tertindas dan mengecam para penindas di seluruh dunia.

 

Para peserta pawai Hari al-Quds mengusung slogan "kita akan shalat di al-Quds" dengan berbekal keyakinan bahwa umur rezim penjajah Israel yang didukung Amerika tidak lama lagi akan sirna.

 

Dalam pawai tersebut, Komite Solidaritas Palestina dan Yaman menyatakan beberapa hal, di antaranya; mengecam keras seluruh aksi keji dan biadab rezim Zionis yang sudah berlangsung sejak 70 tahun dan mengecam Israel yang telah mempraktikkan state terrorism (terorisme negara) terhadap warga Palestina dengan cara membunuh, menangkap, mencaplok tanah dan ladang pertanian yang menjadi sumber penghidupan, mengusir, menggusur dan berbagai cara lain yang telah berlangsung sejak deklarasi apa yang disebut sebagai negara Israel.

 

Komite itu juga mengecam dukungan pemerintah Amerika Serikat yang tanpa batas dan tanpa syarat atas entitas ilegal bernama Israel di wilayah Palestina. Mereka menyeru seluruh elemen masyarakat sipil dunia, terutama umat Islam, untuk ikut bertanggung jawab menyuarakan protes keras dan kecaman lugas atas kekejian, penjajahan, pembantaian dan genosida yang sedang berlangsung serta memberi dukungan nyata kepada rakyat Palestina.

 

Komite Solidaritas Palestina dan Yaman menyeru segenap elemen masyarakat sipil untuk berjuang menghentikan kekejian rezim Zionis ini seperti beberapa puluh tahun lalu masyarakat sipil dunia berhasil mengakhiri rezim apartheid di Afrika Selatan. Tanpa kerjasama kolektif seluruh pihak, maka kejahatan ini akan berlangsung terus dan harkat kemanusiaan tercoreng noda hitam.

 

Mereka menyeru segenap kompenen bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, untuk terus bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari rezim penjajah Israel sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Dasar dan pesan para pahlawan dan pendiri Bangsa.

 

Komite Solidaritas Palestina dan Yaman mengajak seluruh umat Islam, khususnya yang tergabung dalam ormas-ormas Islam, untuk bersatu membantu warga Palestina keluar dari kekejian dan teror rezim Zionis Israel dengan cara mengenyampingkan perbedaan-perbedaan yang ada di tengah mereka.

 

Peserta pawai Hari al-Quds mengajak umat Islam bersama-sama memperhatikan Masjidil Aqsha sebagai Kiblat Pertama yang kini dalam status pendudukan dan penjajahan rezim Zionis. Mereka menuntut pemerintah Indonesia tetap konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina dan pulihnya seluruh hak asasi mereka, terutama hak pulang ke tanah air (the right of return).

 

Mereka lebih lanjut mengimbau pemerintah Indonesia untuk meninggalkan solusi dua negara yang kian lama kian tidak mungkin direalisasikan lantaran secara objektif dan faktual sisa-sisa tanah Palestina telah sepenuhnya diduduki dan diisi ribuan pemukim dan imigran Yahudi dari seantero dunia. (RA)