Memanfaatkan Sidang IMF bagi Bangsa Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i62773-memanfaatkan_sidang_imf_bagi_bangsa_indonesia
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan yang sangat penting bagi sektor moneter dan keuangan IMF yang diperkirakan dihadiri sekitar 30.000 peserta dari kurang lebih 190 negara anggota IMF dan Bank Dunia yang juga diikuti belasan ribu pengusaha tingkat dunia.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Okt 08, 2018 12:07 Asia/Jakarta
  • IMF-World Bank Annual Meeting 2018
    IMF-World Bank Annual Meeting 2018

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan yang sangat penting bagi sektor moneter dan keuangan IMF yang diperkirakan dihadiri sekitar 30.000 peserta dari kurang lebih 190 negara anggota IMF dan Bank Dunia yang juga diikuti belasan ribu pengusaha tingkat dunia.

Bahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada hari Senin (8/10) akan mendatangi Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat untuk melihat salah satu daerah terparah saat menghadapi gempa bumi disana beberapa waktu lalu, sebagai. salah satu bentuk solidaritas.

Dengan menjadi penyelenggara acara maka mau tidak mau sorotan dunia terhadap keadaan dalam negeri Indonesia akan terus bertambah atau meningkat. Para pejabat dunia dan juga pengusaha- pengusaha asing pasti akan menyoroti bagaimana kinerja Indonesia di bidang ekonomi. Bisa saja Indonesia hanya dianggap "gengsi-gengsian" dengan menawarkan diri menjadi tuan rumah.

Namun IMF dan Bank Dunia tentu saja bukan pihak-pihak yang bodoh yang dengan begitu saja mau menerima tawaran Indonesia. Orang- orang asing itu pasti juga ingin melihat bahwa dengan menjadi tuan rumah maka Indonesia harus menjadi negara yang lebih baik dan lebih mapan di bidang moneter dan keuangan. Karena itulah kemudian, mereka akhirnya menyetujui permintaan Indonesia itu.

Dengan menjadi tuan rumah, maka misalnya Bandara Ngurah Rai baik harus ditambah fasilitas- fasilitasnya mulai dari landasan pacu, terminal, pemeriksaan oleh Ditjen Bea Cukai serta Ditjen Imigrasi serta fasilitas pengamanan fisik. Kemudian jalan-jalan terus dibuat jadi mulus, gedung-gedung pemerintah dan juga swasta juga pasti dipercantik. Rakyat Pulau Dewata semakin terlatih untuk menerima dengan tulus dan sukacita begitu banyak tamu- tamu asing.

IMF-World Bank Annual Meeting 2018

Bahkan pemerintah Indonsia tentu amat mendambakan bahwa pertemuan berskala dunia ini akan mendatangkan atau menghasilkan investasi dalam jumlah ratusan juta hingga miliaran dolar AS yang tentu saja akan membuka begitu banyak lapangan kerja di berbagai sektor karena datangnya investasi dari luar negeri atau kerennya foreign direct investment (FDI).

Sekaitan dengan hal ini, PT Bank Mandiri Tbk berkomitmen menyukseskan pertemuan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali. Salah satunya dengan ikut menjadi koordinator dalam pelaksanaan Indonesia Investment Forum pada sela-sela gelaran pertemuan tahunan tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, forum ini akan menjadi ajang bagi pemerintah menyampaikan kebijakan makro dan keuangan terbaru serta program atau proyek potensial BUMN-BUMN kepada calon investor.

"Agar annual meeting ini juga bisa menghasilkan output yang optimal. Kami juga membantu Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, BI dan OJK untuk menjadi koordinator pelaksanaan Indonesia Investment Forum pada 9 Oktober 2018 di Conrad Hotel," ujar dia di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Dia menambahkan, pada hari yang sama di Inaya Nusa Dua, juga akan digelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) atas investasi modal langsung 21 proyek BUMN, di mana 95 persen dari investornya merupakan investor luar negeri.

"Nilai proyek yang dikerjasamakan mencapai nilai fantastis yaitu Rp 200 triliun. Investasi langsung investor internasional akan menggairahkan perekonomian Indonesia dan membawa masuk devisa ke dalam negeri," jelas dia.

Selain itu, Bank Mandiri juga menempatkan layanan keuangan yang akan dibutuhkan para delegasi yang hadir.

Layanan tersebut seperti penempatan 6 ATM dan 1 lokasi penukaran uang di sekitar Bali Nusa Dua Conference Center yang menjadi lokasi utama IMF-World Bank Annual Meeting 2018, serta 2 unit penukaran uang di kawasan Bali Collection Nusa Dua untuk memudahkan delegasi bertransaksi.

"Tak hanya itu, Bank Mandiri juga telah menempatkan mesin EDC Mandiri di hotel-hotel yang menjadi official partner dari event tersebut di kawasan Nusa Dua. Secara keseluruhan, para delegasi dapat memanfaatkan 446 ATM dan 11.957 EDC serta layanan money changer di 54 kantor cabang jika ingin bertransaksi di Bali," ungkap dia.‎

Di samping layanan keuangan, lanjut Rohan, Bank Mandiri mendukung perhelatan internasional ini melalui pelaksanaan Pentas Seni Ila Galigo pada 9-13 Oktober 2018 di Peninsula Bay Resort, Bali.

Selain itu, Bank Mandiri juga menjadi sponsor utama perhelatan Bali Collection Festival yang dihelat selama September-Desember 2018. Khusus pada event ini, perseroan juga akan menempatkan EDC pada seluruh tenant yang ikut mengisi kegiatan tersebut.

Sedangkan di Pavilion Indonesia yang menampilkan produk Indonesia seperti di bidang Infrastruktur, pariwisata dan produk-produk UKM, Bank Mandiri akan menempatkan 10 mesin EDC merah putih yang bisa digunakan oleh pemegang kartu debit atauu kartu kredit himbara.

"Tak cuma mesin EDC, Bank Mandiri juga menampilkan kreasi adibusana dari tenun nusantara karya desainer Oscar Lawalatta. Diharapkan ini dapat mempromosikan tenun nusantara ke investor internasional," tandas Rohan. (Antaranews/Liputan6)