Indonesia Bangun Tujuh Pelabuhan Logistik
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i67738-indonesia_bangun_tujuh_pelabuhan_logistik
Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Panjaitan mengatakan pemerintah akan membangun tujuh pelabuhan hub domestik sebagai pusat logistik di Indonesia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 22, 2019 13:44 Asia/Jakarta
  • Pelabuhan Tanjung Priok
    Pelabuhan Tanjung Priok

Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Panjaitan mengatakan pemerintah akan membangun tujuh pelabuhan hub domestik sebagai pusat logistik di Indonesia.

CNN Indonesia melaporkan pelabuhan yang dibangun meliputi: Belawan atau Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Tanjung Priok di DKI Jakarta, Kijing di Kalimantan Barat, Tanjung Perak di Jawa Timur, Makassar di Sulawesi Selatan, Bitung di Sulawesi Utara, dan Sorong di Papua Barat.

Luhut mengatakan saat ini pemerintah tengah memfinalisasi rancangan investasi pembangunan hub domestik tersebut.

Meskipun demikian, ia berharap proyek tersebut nantinya tidak membebani BUMN. Adapun rencananya, BUMN yang terlibat di dalam proyek ini terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) (Pelindo I), Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV.

Ia mengatakan investasi tersebut sedianya digunakan untuk memperpanjang dermaga dengan panjang minimal 2 kilometer  dan meningkatkan kedalaman laut minimal 16 meter.

Image Caption

 

 

Selain itu, dibutuhkan sarana yang mengintegrasikan pelabuhan tersebut ke kawasan industri yang berada di kompleks pelabuhan. Hanya saja, Luhut tidak menyebut kapan sedianya proyek ini dimulai.

Namun jika proyek ini selesai, ia berharap ongkos logistik Indonesia bisa lebih efisien. Saat ini, menurut Logistics Performance Index yang diterbitkan Bank Dunia pada 2018, kinerja logistik Indonesia menempati posisi 46 dari 160 negara dengan skor 3,15.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan hub logistik domestik ini dibutuhkan sebagai pusat pemindahmuatan kapal-kapal kecil menjadi kapal besar (transhipment) yang kemudian ditujukan untuk ekspor.

Hub ini dibutuhkan karena selama ini kapal-kapal Indonesia harus berlayar ke Singapura dulu untuk melakukan transhipment kargo. Sehingga, setelah ini, ketergantungan logistik Indonesia ke Singapura lambat laun bisa dikurangi. (PH)