Perbaiki Kinerja Ekonomi, Jokowi Ganti Pejabat Eselon III dan IV dengan Robot
-
Presiden RI Joko Widodo
Presiden Joko Widodo kembali mengutarakan ambisinya memperbaiki kinerja perekonomian RI dalam pidatonya pada acara KOMPAS100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Pasalnya, pemerintah bakal sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sebesar 5,3 persen.
Kepala Negara mengatakan, hingga akhir tahun ini, perekonomian hanya akan tumbuh di kisaran 5,04 persen dan 5,05 persen. Bahkan tahun depan, menurut dia, pertumbuhan ekonomi RI bakal lebih tertekan.
"Tantangan kita ada di mana? Saya kira kita masih di pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kita tahun ini mungkin 5,04 persen atau 5,05 persen kira-kira. Tahun depan dengan global, menurut Bank Dunia, IMF, akan bisa turun lagi karena persoalan belum selesai," ujar dia. Sebagaimana hasil pantauan Pastodayid dari Kompas, Jumat (29/11/2019)
Dari lima strategi Jokowi mengatasi hal ini, ada satu yang cukup mendapat perhatian masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi menyebut akan memangkas para pejabat eselon III dan IV, ganti dengan kecerdasan buatan.
Lalu bagaimana nasib para aparatur sipil negara (ASN) yang bersangkutan?
Jokowi menyebut mereka bakal dialihkan menjadi jabatan fungsional.
Awal Mula Pangkas Eselon III dan IV hingga Diganti Robot
Wacana pemangkasan atau penyederhanaan pejabat eselon di lingkungan kementerian dan lembaga muncul pertama kalinya pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan (20/10/2019).
Pada saat berpidato, Jokowi menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah selama lima tahun ke depan. Salah saru programnya adalah memangkas rantai birokrasi. Cara yang diambil dengan menyederhanakan eselonisasi.
"Penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan," kata Jokowi pada saat itu.
Setelah menyampaikan itu, Jokowi pun langsung menindaklanjuti melalui rapat terbatas (ratas) bersama menteri kabinet Indonesia Maju. Pada saat itu ratas mengenai program cipta lapangan kerja, Jokowi meminta langsung kepada Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo untuk melaksanakan pemangkasan jabatan eselon IV terlebih dahulu. Saat ini terdapat eselon I, eselon II, eselon III, dan eselon IV.
Wacana pemangkasan jabatan eselon III dan IV terus disampaikan oleh Jokowi pada saat menjadi pembicara kunci di beberapa acara. Bahkan, Jokowi meminta jabatan eselon III dan IV digantikan oleh robot atau artificial intelligence (AI).
Jokowi melanjutkan, program pemangkasan pejabat eselon di kementerian dan lembaga dalam rangka reformasi birokrasi yang selama ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha. Pasalnya, selama ini birokrasi menjadi salah satu kendala investasi masuk ke Indonesia.
"Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN (Tjahjo Kumolo) diganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu. Tapi sekali lagi, ini juga akan tergantung omnibus law ke DPR," jelas dia, Kamis (28/11/2019).