Menhan Indonesia dan Malaysia Bahas Kerja Sama Pertahanan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i77945-menhan_indonesia_dan_malaysia_bahas_kerja_sama_pertahanan
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto kemarin menggelar pertemuan tertutup dengan timpalannya dari Malaysia, Mohamad Bin Sabu di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 25, 2020 08:52 Asia/Jakarta
  • Menhan Indonesia dan Malaysia
    Menhan Indonesia dan Malaysia

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto kemarin menggelar pertemuan tertutup dengan timpalannya dari Malaysia, Mohamad Bin Sabu di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Staf Khusus Menteri Pertahan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa pertemuan ini  sebagai kunjungan kehormatan Mohamad Bin Sabu kepada Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo dan Mohamad Bin Sabu pernah bertemu pada November 2019 lalu.

CNN Indonesia melaporkan, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan penyanderaan nelayan Indonesia yang terjadi berulang kali oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah yang berbatasan dengan Filipina menjadi salah satu topik yang dibahas dengan Menhan RI Prabowo Subianto, Jumat (24/1).

Sabu mengakui Malaysia masih kesulitan mengamankan perairan yang rawan pembajakan itu dan memerlukan kapal serta peralatan lebih canggih untuk mendeteksi kapal-kapal pembajak.

Sebelumnya lima nelayan Indonesia yang bekerja di kapal ikan Malaysia diculik oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, 16 Januari lalu.

Penyanderaan itu terjadi berselang empat bulan setelah penyanderaan terakhir pada September lalu. Kelima nelayan itu juga diculik tiga hari setelah angkatan bersenjata Filipina membebaskan WNI terakhir yang ditawan Abu Sayyaf.

 

milisi teroris Abu Sayyaf

Indonesia menyebut penyanderaan ini terjadi karena koordinasi yang kurang efektif dengan pemerintah Malaysia. Sebab, penyanderaan berulang ini terjadi setelah Indonesia, Malaysia, dan Filipina menyepakati perjanjian trilateral yang berfokus pada kerja sama pengamanan di perairan Sabah, Sulu, dan utara Sulawesi.

Mat Sabu juga menyatakan banyak nelayan Malaysia yang dibajak atau diculik di perairan Indonesia.

Selain meningkatkan pengamanan di perairan Sabah, Mat Sabu juga menegaskan bahwa masalah penyanderaan ini tidak akan selesai jika wilayah selatan Filipina terutama di Mindanao masih bergejolak.

Area ini memang dijadikan basis sejumlah kelompok militan dan pemberontak FIlipina, termasuk Abu Sayyaf. Salah satu kota di Mindanao, Marawi, bahkan sempat digempur konflik bersenjata antara militer Filipina dan Abu Sayyaf serta Maute selama lima bulan pada 2017 lalu.(PH)