Mengapa Pemerintah RI Bersikeras Pulihkan Pariwisata Bali?
-
Pariwisata Bali, Indonesia
Pulau Dewata merupakan jantung pariwisata Indonesia yang berkontribusi sekitar 50 persen untuk sektor pariwisata Tanah Air, menghasilkan devisa hampir 10 miliar dolar AS dari total devisa 18 miliar dolar AS.
Dengan data itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan jika pariwisata di Bali tidak pulih karena dampak pandemi COVID-19, seluruh destinasi wisata Indonesia bisa lumpuh.
“Kepulihan Bali menjadi penting untuk pariwisata nasional dan regional,” katanya dalam Pabligbagan (dialog) virtual bertema Bali Bangkit di Jakarta, Minggu. Sebagaimana dipantau Parstodayid dari Antaranews, Senin (27/07/2020).
Menurut dia, dua sektor yang memiliki daya ungkit dalam pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi adalah manufaktur dan pariwisata.
Untuk itu, ia mendorong kementerian/lembaga untuk mengadakan kegiatan nasional atau kegiatan internal salah satunya di Bali.
Akibat pandemi penyakit dari virus SARS CoV-2 itu, lanjut dia, perekonomian Bali tertekan hingga mencapai di bawah nol pada triwulan pertama tahun ini karena kunjungan pariwisata mengalami kontraksi atau minus 82,8 persen.
“Kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun 2020 diprediksi turun 12-16 juta, tentu akan kehilangan devisa sekitar 15-16 miliar dolar,” katanya.
Stimulus Ekonomi Bangkitkan Pariwisata Bali
Masih dari acara Pabligbagan (dialog) virtual bertema Bali Bangkit di Jakarta, sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju mengatakan stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah dapat membangkitkan kembali pariwisata Bali dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.
“Kami mendukung penuh gerakan Bali Bangkit, bangkit sektor perekonomiannya yang disokong pariwisata sebagai landasan ekonomi Pulau Dewata,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, berbagai stimulus ekonomi untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang pariwisata dan kuliner, diharapkan perlahan-lahan aktivitas ekonomi masyarakat bisa pulih dan daya beli masyarakat diharapkan membaik seiring new normal.
“Pemerintah pusat selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah apalagi setelah dibentuk Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ucapnya dalam rekaman video.
Senada dengan Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah menyediakan tiga program mendukung UMKM di antaranya program restrukturisasi kredit, subsidi dan penjaminan modal kerja.
Pemerintah, kata dia, mendukung pelaku UMKM dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang sejak diluncurkan sekitar tujuh minggu lalu, ada penambahan satu juga pelaku UMKM bergabung dalam ekosistem digital.
Sebelumnya, sudah ada sekitar delapan juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang menerapkan digitalisasi dari total sekitar 60 juta pelaku UMKM.
Persiapan Gubernur Bali
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian khusus yang diberikan pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian terhadap pemulihan pariwisata Bali yang terdampak pandemi Covid-19.
"Astungkara (atas izin Tuhan) penanganan yang kami lakukan di Bali semakin baik, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi," kata Koster dalam Webinar Peluncuran Video Bali Bangkit "Pesan Harapan Para Menteri Kabinet Indonesia Maju" dari Ruang VIP Kantor Bupati Jembrana, Negara, Minggu.
Ia mengakui Bali sangat terdampak dari pandemi Covid-19 karena statusnya sebagai destinasi wisata kelas dunia. "Sudah sepantasnya ada perhatian khusus untuk mempercepat pemulihan Bali," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo dalam arahannya pada 15 Juli 2020 di Istana Bogor, secara tegas meminta para gubernur untuk mengambil langkah percepatan pemulihan perekonomian pasca-Covid-19, selain meningkatkan penanganan serta penyembuhan pasien.