Protes Penistaan Al-Quran, Indonesia Panggil Diplomat Swedia-Norwegia
-
Menlu Indonesia, Retno Marsudi
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memanggil Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Swedia dan Norwegia sebagai bentuk protes terhadap aksi perusakan Alquran di kedua negara.
"Kemlu RI telah memanggil KUAI Kedutaan Besar Swedia dan Norwegia, sampaikan kecaman Indonesia terhadap aksi perusakan Alquran di kedua negara tersebut," tulis Kemlu RI dalam cuitan Twitter resminya Selasa (1/9/2020).
Langkah protes pemerintah Indonesia ini dipicu aksi tokoh rasialis Denmark, Rasmus Paludan, yang memimpin organisasi Tight Direction (Stram Kurs), membakar sebuah Alquran dalam unjuk rasa di kota Malmo, Swedia.
Demonstrasi tersebut memicu kerusuhan. Setidaknya, polisi menangkap sepuluh orang, dan sejumlah petugas mengalami luka-luka.
Selain itu, pemerintah Denmark melarang Paludan memasuki negara itu selama dua tahun.
Meskipun Paludan tak boleh memasuki Swedia, para pendukungnya masih melakukan pertemuan untuk membahas aksi mereka. Buntutnya tiga orang ditangkap dengan tudingan menghasut kebencian rasial.
Paludan sebelumnya juga sempat membuat geger ketika tahun lalu membakar Alquran yang dibungkus dengan daging. Ia juga menjadi pemimpin kelompok garis keras anti imigrasi di Denmark.
Kemudian aksi demo anti-Islam juga terjadi di ibu kota Oslo, Norwegia, pada Sabtu (29/8/2020) dan berujung bentrokan akibat insiden serupa. Seperti dilansir WION News, Senin (31/8), bentrokan terjadi ketika kelompok Hentikan Islamisasi di Norwegia (SIAN) berdemo di Oslo.(PH)