Lonjakan Bunuh Diri di Kalangan Militer Zionis
-
Tentara Israel
Pars Today - Harian Haaretz mengungkap bahwa militer rezim Zionis telah menghadapi gelombang bunuh diri di kalangan pasukannya yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini.
Melaporkan dari Pars Today, Senin, 27 April 2026, harian berbahasa Ibrani tersebut melaporkan peningkatan signifikan jumlah bunuh diri di antara personel militer Zionis sejak awal tahun 2026. Para analis menggambarkan fenomena ini sebagai "ujung gunung es" dari krisis yang lebih dalam di antara pasukan militer sejak 7 Oktober 2023 (perang Gaza).
Haaretz melaporkan bahwa sejak awal tahun ini, lebih dari 10 personel militer telah bunuh diri. Yang mengkhawatirkan, terjadi peningkatan drastis pada bulan ini saja dengan 6 kasus bunuh diri tercatat di militer. Dari total kasus yang tercatat, 8 terjadi di kalangan tentara reguler dan 3 lainnya melibatkan personel cadangan.
Krisis Mental di Tengah Perpanjangan Perang
Militer Israel menghadapi tekanan yang semakin meningkat akibat kelanjutan operasi militer yang panjang dan intensif. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa Benjamin Netanyahu, untuk mempertahankan kekuasaannya, memulai perang sia-sia melawan Iran dan gagal mencapai tujuannya.
Angka bunuh diri tidak pernah menjadi berita utama, kecuali ketika angkanya melonjak drastis. Di Israel, peningkatan 6 kasus dalam satu bulan, dan 10 kasus sejak awal tahun, adalah alarm yang tidak bisa diabaikan. Ini bukan sekadar statistik; ini adalah nyawa.
Perang yang tidak populer, tanpa tujuan jelas, dan berkepanjangan, membunuh tentara tidak hanya di medan perang, tetapi juga di dalam benak mereka sendiri. Kelelahan, trauma, dan ketidakpastian adalah racun yang bekerja perlahan.(sl)