Bersiap Memperingati Hari Santri; Santri Sehat Indonesia Kuat
-
Indonesia
Kementerian Agama (Kemenag) sedang merancang agenda perayaan Hari Santri Nasional tahun 2020.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, peringatan Hari Santri tahun 2020 ini akan digelar dengan protokol kesehatan ketat. Ini dilakukan, mengingat peringatan tersebut berlangsung di tengah suasana Pandemi Covid-19.
Tema yang diangkat dalam peringatan kali ini adalah “Santri Sehat Indonesia Kuat”.
Sejak hari santri ditetapkan pada tahun 2015, Kemenag selalu menggelar peringatan hari santri setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda.
Sementara untuk tahun ini, isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta bahwa dunia pada saat ini tidak terkecuali negara Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19. Pengalaman terbaik dari beberapa pesantren telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi Covid-19.
Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki kemampuan di tengah keterbatasan yang dimilikinya untuk menangani berbagai tantangan dan dinamika lingkungan. Tentu modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri dan keteladanan sikap serta kehati-hatian para kiai atau pimpinan pesantren.
Sejarah Hari Santri
Peringatan ini mengisahkan Hasyim Asyari yang kala itu menjabat sebagai Rais Akbar PBNU memutuskan untuk melakukan resolusi jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Keputusan itu ditetapkan setelah mendengar tentara Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu.
Para santri pun meminta kepada pemerintah supaya menentukan sikap dan tindakan agar tidak membahayakan kemerdekaan serta agama. Pasalnya, perbuatan Belanda dan Jepang kepada Indonesia dianggap sebagai perilaku zalim bagi NU.
Sejak menyerukan resolusi jihad tersebut, para santri dan rakyat pun melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya. Pimpinan Sekutu Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby pun tewas dalam pertempuran.
Hari Santri Nasional pun dituangkan ke dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali mengingat perjuangan dan meneladankan semangat jihad para santri yang digelorakan para ulama.
Santri dan moderasi beragama
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menyebut kontribusi besar kalangan santri bagi bangsa, salah satunya menjaga moderasi beragama di Indonesia.
"Santri juga memiliki kontribusi besar terhadap pengarusutamaan wacana keagamaan yang moderat," kata Zainut di Gedung Kemenag Jakarta, Kamis. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Antaranews, Jumat (16/10/2020)
Ia mengatakan munculnya Resolusi Jihad yang melahirkan pertempuran 10 November 1945 juga merupakan kontribusi nyata santri.
Pengakuan Presiden Soekarno dengan legitimasi "waliyyul amri ad dlaruri bi al syaukah" (pemegang pemerintahan dlaruri dengan kekuatan dan kekuasaan) pada 1954, lanjut dia, juga kontribusi santri.
Santri, menurutnya, terus berperan dalam bidang pendidikan dan praktik keagamaan di tengah masyarakat.
Ia mengatakan banyak santri yang menjadi pemimpin pada komunitas paling kecil di masyarakat, mulai dari imam mushola dan masjid, pimpinan majelis taklim dan lainnya.