Pesta Demokrasi di Tengah Pandemi COVID-19
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i88075-pesta_demokrasi_di_tengah_pandemi_covid_19
Kesuksesan pesta demokrasi dapat dilihat dari partisipasi politik masyarakat, bahkan pepatah bijak menyebutkan ‘Suara Rakyat, Suara Tuhan’. Karena itu, demikian pentingnya arti sebuah suara, karena dapat mewarnai perwujudan demokrasi di lapangan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 09, 2020 12:29 Asia/Jakarta
  • Pemilu Indonesia
    Pemilu Indonesia

Kesuksesan pesta demokrasi dapat dilihat dari partisipasi politik masyarakat, bahkan pepatah bijak menyebutkan ‘Suara Rakyat, Suara Tuhan’. Karena itu, demikian pentingnya arti sebuah suara, karena dapat mewarnai perwujudan demokrasi di lapangan.

Khusus Pilkada tahun ini, pelaksanaan demokrasi menjalani ujian berat dikaitkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak politiknya.

Pasalnya, kini dalam kondisi pandemi COVID-19 dengan kondisi yang serba terbatas dan mengharuskan penerapan protokol kesehatan saat ke TPS.

Semua itu, menjadi buah kebijakan pemerintah untuk melindungi warga negaranya dari penyebaran COVID-19 yang trennya makin meningkat. Kekhawatiran tertular, sehingga memilih berdiam diri di rumah untuk menghindari kerumunan, dapat menjadi faktor penghambat animo partisipasi politik.

Upaya disinfektan dari virus Corona di Indonesia

Apalagi KPU melansir bahwa dari total pemilih secara nasional sebanyak 50.194.726 pemilih di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak.

Pengalaman Mencoblos di Masa Pandemi

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020 pada hari ini, Rabu (9/12/2020).

Sebanyak 1.631.564 orang, terdiri dari 829.491 pria dan 802.073 wanita, terdata dalam daftar pemilih tetap yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur.

Namun, suasana pencoblosan di lokasi tempat pemungutan suara (TPS) kali ini berbeda dibandingkan momen pemilihan sebelumnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) maupun warga pemilih diwajibkan menaati protokol kesehatan Covid-19.

Hasil pantauan Kompas yang dikutip Parstodayid di TPS 11 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, petugas KPPS mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, face shield dan sarung tangan.

Bahkan, salah seorang petugas KPPS tampak mengenakan hazmat. Ia bertugas mengecek suhu tubuh calon pemilih dengan thermo gun.

Sementara pemilih diwajibkan memakai masker selama di TPS.

Mereka juga diminta membawa alat tulis untuk mengisi daftar hadir.

Sebelum dan setelah menjalani proses pencoblosan, pemilih diminta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan pihak penyelenggara.

Sebenarnya, mekanismenya sama saja dengan yang sudah-sudah. Namun, sekarang harus pakai masker dan cuci tangan dulu. Antrean juga tadi diatur per 1 meter.

Pesta Demokrasi

Genderang pesta demokrasi di Indonesia telah ditabuh hari ini, pertanda pertarungan politik dari para kontestan pun dimulai.

Sebanyak 270 daerah akan melaksanakannya dengan rincian 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri menyatakan, kementerian itu memantau langsung pelaksanaan Pilkada yang digelar di 270 wilayah di Indonesia.

"Jadi ada tim yang disebar ke seluruh wilayah yang melaksankan pilkada. Tim ini memantau seperti apa persiapan di TPS, penyelenggara Bawaslu dan KPU serta deskPilkada," kata Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad di Manado, Rabu. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Antaranews , Rabu (09/12/2020).