Rouhani: Syiah-Sunni di Iran Punya Hak Kewarganegaraan Sama
https://parstoday.ir/id/news/iran-i10483-rouhani_syiah_sunni_di_iran_punya_hak_kewarganegaraan_sama
Presiden Republik Islam Iran menyatakan tekad pemerintahannya untuk merealiasikan industrialisasi di wilayah Barat Iran yang berpenduduk warga Kurdi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 31, 2016 13:32 Asia/Jakarta
  • Rouhani: Syiah-Sunni di Iran Punya Hak Kewarganegaraan Sama

Presiden Republik Islam Iran menyatakan tekad pemerintahannya untuk merealiasikan industrialisasi di wilayah Barat Iran yang berpenduduk warga Kurdi.

Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan masyarakat kota Mahabad, di Provinsi Azerbaijan Barat, Selasa (31/5/2016).

"Republik Islam Iran akan mengerahkan semua upayanya untuk pertumbuhan, pengembangan dan industrialisasi wilayah Barat dan Kurdi. Pembukaan kompleks besar petromikia Mahabad adalah langkah awal dari upaya ini, "kata Rouhani.

Ia menambahkan, kita tidak boleh membeda-bedakan di antara mazhab dan etnis. Prinsip dasar dalam tanggung jawab harus tepat. Bagi setiap orang di setiap daerah yang memiliki kelayakan lebih tinggi, maka harus disiapkan untuknya sesuai dengan kemampuan dalam aktivitas dan pengembangannya.

Rouhani menegaskan, di Iran tidak ada perbedaan atau keunggulan di antara para pengikut mazhab dan etnis, dan kemajuan negara ini akan mungkin tercapai di bawah naungan persatuan masyarakat.

Presiden Iran lebih lanjut menilai keamanan yang sesungguhnya dan berkelanjutan adalah di bawah naungan kemajuan.

"Semua warga Muslim, baik Syiah maupun Sunni di Republik Islam Iran memiliki hak-hak kewarganegaraan yang sama dan harus disediakan bagi setiap orang sesuai dengan kelayakan dasar aktivitas pembangunan, "ujarnya.

Rouhani lebih lanjut menyinggung transformasi di Timur Tengah dan mengatakan, mereka yang hari ini menyebarkan fitnah, terorisme dan pembunuhan di kawasan, Irak dan Suriah, serta membantai warga tak berdosa, tidak memiliki kaitan dengan Islam, al-Quran dan kemanusiaan.

Presiden Iran juga menyinggung bahwa negaranya berusaha untuk menjalin hubungan bersahabat dan konstruktif dengan negara-negara tetangga.

"Republik Islam Iran akan bersaing dengan sehat dan menjalin hubungan bersahabat dan konstruktif dengan semua negara tetangga, " jelasnya.

Menurutnya, tidak ada jalan lain untuk menciptakan keamanan di kawasan kecuali jalur moderat dan pengembangan. Sebab, tidak ada negara manapun yang akan sampai kepada kemajuan kecuali dengan cara menjalin hubungan bersahabat dan konsruktif dengan negara-negara dunia khususnya negara-negara tetangga. (RA)