Begini Kronologi Bentrokan IRGC Iran dengan Pasukan AS di Laut Oman
-
Laksamana Muda Alireza Tangsiri.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, samudra dan laut tidak akan lagi menjadi "halaman belakang" Amerika Serikat.
"Pelatihan serta jangkauan peralatan dan rudal kami terus meningkat dari hari ke hari dan kami mempersiapkan diri untuk setiap ancaman," kata Laksamana Muda Alireza Tangsiri seperti dilaporkan IRIB, Sabtu (13/11/2021).
Soal kapal tanker yang melanggar dan berniat mencuri minyak Iran, dia menjelaskan minyak dari tanker yang kami sita adalah milik Iran dan kapal tanker itu berbuat pelanggaran.
Pasukan Amerika, sambugnya, mendukung aksi tersebut dan mengawasi kapal tanker itu dari kejauhan, mereka tidak mengizinkan siapa pun mendekatinya.
Laksamana Muda Tangsiri menuturkan pasukan khusus Angkatan Laut IRGC Iran langsung melakukan kontak fisik dan mendarat di geladak tanker dengan helikopter, kemudian kendali kapal jatuh ke tangan pasukan kami.
"Pasukan AS memantau insiden ini dari kejauhan. Mereka mengawasi lewat drone dan segera mengirim dua kapal perusaknya ke lokasi kejadian dan mengambil formasi tempur. Kami memperingatkan kapal-kapal itu, tetapi mereka sempat mengabaikannya. Kapal-kapal (kami) bergerak mendekat dan perahu-perahu cepat kami berjarak 20 meter dari kapal perang AS," ungkapnya.
Menurut Laksamana Muda Tangsiri, kapal perusak AS datang untuk membebaskan tanker dan saat mengetahui tidak dapat melakukannya dengan dua kapal perusak, mereka meminta bantuan. Total lima kapal perusak AS berusaha merebut tanker tersebut dari tangan kami.
"Ketika AS datang dengan lima kapal perusak, kami juga menambahkan enam kapal lagi ke zona pertempuran," sambungnya.
Menjawab pertanyaan tentang mengapa datang dengan sekelompok kapal kecil di hadapan kapal perang AS?
Dia mengatakan kami ingin memberi tahu mereka bahwa kalian tidak ada apa-apanya. Jika kalian pernah bersikap lancang dan menembak kami, sekarang kalian akan melihat rudal-rudal dan peluncur rudal kami.
"Peluncur rudal Iran di pantai siap untuk menanggapi setiap tindakan AS," tegasnya.
Pada 3 November lalu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa dengan tindakan tepat dan otoritatif oleh pasukan angkatan laut, operasi pasukan teroris AS untuk mencuri minyak Iran dari sebuah kapal tanker berhasil digagalkan. (RM)