Babak Kedelapan Perundingan Wina Butuh Pendekatan Konstruktif Barat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i111934-babak_kedelapan_perundingan_wina_butuh_pendekatan_konstruktif_barat
Putaran kedelapan perundingan antara perwakilan Republik Islam Iran dan anggota Kelompok 4+1 terkait pencabutan sanksi Tehran digelar di Wina Senin (27/12/2021).
(last modified 2026-02-22T14:43:52+00:00 )
Des 27, 2021 20:35 Asia/Jakarta
  • Bagheri Kani dan Ulyanov di Wina
    Bagheri Kani dan Ulyanov di Wina

Putaran kedelapan perundingan antara perwakilan Republik Islam Iran dan anggota Kelompok 4+1 terkait pencabutan sanksi Tehran digelar di Wina Senin (27/12/2021).

Diharapkan di putaran perundingan kali ini, pihak Eropa hadir di meja perundingan dengan lebih serius dan mengambil langkah praktis untuk menjalankan komitmennya dengan menghindari agitasi media dan propaganda.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hossein Amir-Abdollahian Kamis (23/12/2021) kepada pihak Barat mengatakan, "Jika kalian menginginkan kekhawatiran terkait isu nuklir Iran dihapus, maka seluruh sanksi JCPOA harus dicabut."

Iran di babak ketujuh perundingan telah mengajukan dua dokumen baru terkait pencabutan sanksi dan isu nuklir, yang menurut posisi Iran, akan menjadi dasar untuk putaran baru pembicaraan dengan anggota Kelompok 4+1, termasuk Rusia, Cina, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Perundingan Wina

Dengan demikian, dokumen baru menjadi dasar perundingan terkait pencabutan sanksi dan berbeda dengan dokumen perundingan keenam di Wina. Isu pencabutan sanksi zalim terhadap Iran menjadi prioritas dan agenda kerja utama tim juru runding Iran dan tanpanya tidak akan ada peluang untuk membahas isu lain, yakni isu komitmen nuklir. Menurut Bernard Hourcade, pengamat Iran dari Prancis, "Tehran berhasil meyakinkan pihak-pihaknya bahwa masalah sanksi harus menjadi prioritas dalam negosiasi, karena membuka jalan untuk menyelesaikan masalah teknis nuklir."

Sementara terkait isu nuklir, pihak Iran juga mencantumkan pandangannya yang telah final di perundingan keenam Wina, dan setelah argumentasi tim juru runding Iran, pihak seberang akhirnya menerima pandangan Tehran terkait isu-isu yang diharapkan dan dicantumkan di draf dokumen serta dijadikan dasar bagi perundingan.

Reza Farjirad, pengamat isu-isu internasional terkait hasil pembahasan dan lobi ini mengatakan, "Kini harapan Iran adalah pihak Barat dan Timur lebih baik dari putaran sebelumnya dan mereka berbicara secara positif."

Wajar jika Republik Islam Iran sampai saat ini, dengan niat baik dan serius, memajukan isu komitmen nuklir dan seperti yang dikatakan pihak seberang, mereka juga menghendaki berlanjutnya perundingan dan mencapai hasil dalam waktu sesingkat mungkin.

Wakil Rusia di perundingan Wina, Mikhail Ulyanov menyatakan, "Di putaran perundingan sebelumnya, para juru runding mengejar kemajuan negosiasi. Kita harus mengarahkan upaya kita untuk menyelesaikan negosiasi dengan sukses sesegera mungkin, sebaiknya pada awal Februari."

Harapan Iran adalah kini pihak-pihak di JCPOA, khususnya pihak Eropa dan Amerika menjalankan tanggung jawabnya dan dengan pendekatan lebih konstruktif menindaklanjuti perundingan Wina, sehingga dengan pencabutan sanksi yang efektif, kepentingan Iran dalam setiap kemungkinan kesepakatan akan terjamin. (MF)