12 Bahman, Peringatan Kedatangan Imam Khomeini dan Awal Dahe Fajr
https://parstoday.ir/id/news/iran-i114368-12_bahman_peringatan_kedatangan_imam_khomeini_dan_awal_dahe_fajr
12 Bahman peringatan kedatangan bersejarah Imam Khomeini, bapak pendiri Republik Islam Iran ke negara ini setelah 14 tahun hidup dipengasingan.
(last modified 2026-02-15T14:16:23+00:00 )
Feb 01, 2022 12:18 Asia/Jakarta

12 Bahman peringatan kedatangan bersejarah Imam Khomeini, bapak pendiri Republik Islam Iran ke negara ini setelah 14 tahun hidup dipengasingan.

Kembalinya pemimpin besar ini sebagai awal dari gerakan rakyat dan kemenangan Revolusi Islam yang merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa abad terakhir.

Revolusi Islam Iran sebuah revolusi terpenting dan terbesar di paruh kedua abad 20. Kemenangan revolusi sejatinya terealisasinya kehendak sebuah bangsa besaruntuk meraih kemerdekaan, kehormatan dan keluar dari cengkeraman hegemoni kekuatan arogan. Ketika dunia dibagi menjadi dua kutub, Barat dan Timur, revolusi rakyat Iran dengan slogan "Tidak Barat dan Tidak Timur" serta dengan kepemimpinan Imam Khomeini meraih kemenangannya pada 22 Bahman 1357 Hs bertepatan dengan 1 Februari 1979.

Kedatangan Imam Khomeini ke Iran 12 Bahman 1357 Hs

Terhitung mulai dari 12 hingga 22 Bahman 1357 Hs hari kemenangan Revolusi Islam Iran dan transformasi terjadi di Iran yang berujung pada tumbangnya pemerintahan korup rezim Shah. 10 hari menentukan ini telah merusak perhitungan rezim Shah dan pendukungnya termasuk Amerika Serikat; Kekalahan strategi mencegah kembalinya Imam Khomeini ke tanah air pada 12 Bahman, pembentukan pemerintahan sementara oleh Imam, pengumuman solidaritas pekerja sektor sensitif termasuk industri minyak dengan kebangkitan dan revolusi rakyat, pembubaran Dewan Kerajaan, peraturan pemerintah militer yang tidak efektif atas perintah Imam, kehadiran warga di jalan-jalan dan baiat bersejarah sejumlah staf dan komandan angkatan udara terhadap Imam Khomeini pada 19 Bahman, termasuk transformasi menentukan yang ditorehkan kemenangan revolusi.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait hal ini mengatakan, "12 Bahman dalam sebuah arti adalah hari dimulainya kekuatan Islam. Meski pada 12 Bahman 1357 Hs (1 Februari 1979), di luarnya pemerintahan taghut masih bekerja, tapi faktanya tidak demikian. Sejatinya dengan kedatangan Imam Khomeini, pemerintahan busuk, korup dan prinsip monarki –sebuah rezim reaksioner, keliru, tak manusiawi dan tertolak- adalah kosong, hancur dan musnah bagai asap. Mereka melakukan upaya sia-sia dengan harapan dapat menyelamatkannya, dan berlanjut hingga beberapa hari, tapi tetap gagal."

Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini tidak dapat dibandingkan dengan revolusi-revolusi di negara lain dalam berbagai aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Nyatanya, kecuali Revolusi Islam, tidak ada satu pun revolusi lain yang memiliki ciri-ciri dan unsur-unsur revolusi nyata yang mencakup semua keyakinan dan nilai-nilai masyarakat itu dan partisipasi semua lapisan sosial.

Imam Khomeini (ra) mengatakan tentang membandingkan Revolusi Islam Iran dengan revolusi besar dunia: "Pelajari Revolusi Prancis ini, Revolusi Soviet itu. Biarkan orang melihat apa yang terjadi sebelum revolusi dan apa yang terjadi sekarang. Apakah bangsa-bangsa ini telah mencapai sesuatu ? "

Imam Khomeini (ra), yang sadar akan situasi politik, budaya dan sosial masyarakat Iran pada tahun-tahun puncak gerakan dan sebelumnya, menganggap faktor terpenting kemenangan dan rahasia sukses sebagai " transformasi ilahi" yang diciptakan dalam jiwa rakyat. Di kondisi seperti ini; Rakyat mengalami perubahan melalui pidato Imam Khomeini (ra) dan pada saat yang sama, dengan bantuan Tuhan Yang Maha Esa, mereka tidak takut dengan rezim yang menindas dan dengan berani melawan rezim ini.

Peran Kepemimpinan dalam Kemenangan Revolusi Islam

Peran kepemimpinan dalam membimbing dan mendukung masyarakat tidak dapat disangkal, dan keberadaan seorang pemimpin yang dapat menggunakan ilmu, wawasan dan pengaruhnya untuk menjadi andalan gerakan revolusioner rakyat sangat vital. Imam Khomeini (ra) adalah seorang pemimpin yang banyak akal, berani, bijaksana, sadar akan waktu dan masalah dunia, yang memimpin revolusi kontemporer terbesar dengan menggunakan metode modern dan inovatif.

Imam Khomeini (ra) dengan melatih kekuatan yang berkomitmen, menyebarkan ideologi revolusioner dan mobilisasi publik dan membawa elit dan massa ke tempat kejadian, menciptakan gerakan yang sangat besar dan kuat sehingga rezim Shah dan pendukung asing terkejut dan tidak dapat melakukan tindakan apa pun untuk mencegah revolusi Islam rakyat Iran; Setelah itu, revolusi ini menjadi sumber perkembangan dan pola kebangkitan bangsa-bangsa Muslim dan kaum tertindas di dunia.

Prof.Dr.Udo Steinbach, direktur lembaga studi Timur di Jerman terkait peran Imam Khomeini (ra) di Revolusi Islam mengatakan, "Imam Khomeini adalah pemimpin paling politis dan spiritual di dunia, dengan kepribadian yang menarik dan karismatik; "Semua cita-cita Republik Islam, yang menjadi dasar mereka, berakar dari pemikiran beliau." (MF)