Azizi: Iran Tolak Ultimatum dalam Perundingan Wina
-
Ebrahim Azizi.
Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran meminta Eropa untuk berhenti memeras dan menuntut berlebihan dalam perundingan Wina.
"Republik Islam Iran berulang kali menyatakan tidak akan menerima ultimatum dan bahwa negosiasi harus dilakukan dalam nuansa saling menghormati. Ancaman apa pun tidak dapat diterima," kata Ebrahim Azizi seperti dilaporkan media parlemen Iran, icana.ir, Sabtu (12/2/2022).
Menurutnya, para pemimpin Eropa takut atas kemajuan nuklir Iran. "Republik Islam telah melakukan pengayaan uranium 60% dan membuat kemajuan yang luar biasa dalam melokalisasi industri nuklir," ucap Azizi.
Perundingan nuklir putaran kedelapan kembali dimulai di Wina, Austria pada 8 Februari lalu. Agenda pertemuan ini adalah mencabut sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Iran.
Iran – sebagai negara yang bertanggung jawab – berulang kali menyatakan bahwa karena AS adalah pihak yang melanggar JCPOA, maka negara itu harus kembali ke dalam perjanjian dengan mencabut sanksi, dan langkah ini harus dapat diverifikasi oleh Tehran. (RM)