Menlu Iran: Ekstremisme, Ancaman bagi Semua Negara Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i1321-menlu_iran_ekstremisme_ancaman_bagi_semua_negara_dunia
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai sektarianisme dan ekstremisme sebagai sebuah ancaman besar bagi kawasan dan dunia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 13, 2016 10:51 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran: Ekstremisme, Ancaman bagi Semua Negara Dunia

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai sektarianisme dan ekstremisme sebagai sebuah ancaman besar bagi kawasan dan dunia.

Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Jerman, Jumat (12/2/2016).

"Semua negara regional menghadapi ancaman yang sama. Terorisme mengancam semua negara termasuk negara-negara Barat," kata Zarif ketika menyinggung ancaman kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah.

Menurutnya, penyelesaian persoalan regional memerlukan pengubahan paradigma dan pandangan terhadap fakta.

"Saat ini dunia menghadapi persoalan yang sama bernama terorisme. Semua negara dunia harus saling bekerjasama dalam kerangka memerangi fenomena buruk ini," imbuhnya.

Menlu Iran juga menyinggung pentingnya kawasan Teluk Persia dan mengatakan, kerjasama dan dialog peradaban akan menumbuhkan perubahan baru dan terjaminnya keamanan perbatasan di kawasan.

Zarif lebih lanjut mengkritik kebijakan regional Riyadh terhadap Tehran dan menuturkan, Arab Saudi mengambil kebijakan untuk mengkriminalisasi Iran dan berusaha menyinggkirkan negara ini dari dialog regional dan internasional.

Di bagian lain pidatonya, Zarif menyinggung proses perundingan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1.

"Sejak tahun 2013, pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan nuklir berusaha mengevaluasi isu nuklir Iran dari sudut pandang yang berbeda," jelasnya.

Ia menegaskan, program nuklir Iran sepenuhnya damai dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menindaklanjuti langkah-langkah verifikasi program nuklir negara ini.

Zarf menilai kelanjutan program nuklir damai sebagai hak Republik Islam Iran.

"Kesepakatan nuklir Republik Islam Iran dapat digunakan sebagai contoh bagi penyelesaian persoalan regional dan internasional," tuturnya.

Menurutnya, perjanjian nukir Iran dengan kekuatan-kekuatan dunia bisa menjadi peluang untuk meruntuhkan "dinding ketidakpercayaan" antara Tehran dan Washington.

"Republik Islam Iran melaksanakan kewajibannya berdasarkan kesepakatan, dan AS harus menunjukkan itikad baiknnya," pungkasnya.

Konferensi Keamanan Munich Ke-52 digelar dari tanggal 12-14 Februari. Konferensi ini dihadiri para kepala negara dan puluhan Menlu, termasuk Menlu Iran dan Arab Saudi. (IRIB Indonesia/RA)