Iran Aktualita, 19 November 2022
https://parstoday.ir/id/news/iran-i133776-iran_aktualita_19_november_2022
Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya, Rahbar: Isfahan, Kota Ilmu, Seni dan Jihad.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 19, 2022 18:10 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya, Rahbar: Isfahan, Kota Ilmu, Seni dan Jihad.

Selain itu, masih ada isu lain seperti Khatib Jumat Tehran: Pelaku Kerusuhan Targetkan Kekuatan Pemerintah Islam, Menlu Iran: Musuh Ingin Ciptakan Perang Saudara di Iran Tapi Gagal, Kanaani: Sanksi UE dan Inggris terhadap Iran adalah Ilegal, IRGC Tembakkan Rudal ke Pangkalan Teroris di Kurdistan Irak, Wakil Rahbar Bertemu Imam Jumat Ahlu Sunnah Sistan va Baluchestan, Mayjen Mousavi: Drone-Drone Musuh Mangsa Rudal Bavar-373.

Rahbar: Isfahan, Kota Ilmu, Seni dan Jihad

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan warga Isfahan hari ini menekankan, "Isfahan adalah kota ilmu, seni dan jihad,".

Rahbar, Ayatullah Khamenei

Bertepatan dengan peringatan epik dan pengorbanan 370 Syuhada Isfahan, sekelompok orang dari provinsi ini bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam hari Sabtu (19/11/2022) di Hosseinieh Imam Khomeini Tehran.

Rahbar dalam pertemuan ini mengatakan, "Isfahan adalah kota ilmu, seni dan jihad, serta kota yang tetap hidup,".

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan ini menyinggung sejumlah masalah seperti air, dengan mengungkapkan, "Masalah air Isfahan adalah masalah penting. Ini harus jadi perhatian para pejabat pemerintah yang terhormat. Saya memerintahkan untuk bekerja sesegera mungkin yang bisa dilakukan, dan tidak mengenal siang malam. Sebab, orang -orang Isfahan benar-benar layak untuk mendapatkannya,".

Khatib Jumat Tehran: Pelaku Kerusuhan Targetkan Kekuatan Pemerintah Islam

Khatib Salat Jumat kota Tehran menyebut polisi, Militer, IRGC, dan Basij sebagai simbol kekuatan Republik Islam Iran. Menurutnya, salah satu tujuan para pelaku kerusuhan adalah merusak sistem pemerintahan Islam.

Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Jumat (18/11/2022) dalam khutbah Salat Jumatnya mengatakan, "Tujuan utama para pelaku kerusuhan adalah menggulingkan pemerintahan, dan mereka mengakuinya sendiri."

Sehubungan dengan ancaman para pelaku kerusuhan terhadap para pemilik toko untuk menutup tokonya, Khatami menuturkan, "Para pemilik toko di seluruh Iran, dan para pelaku usaha lain tidak akan menganggap penting ancaman-ancaman perusuh, dan mereka yang menutup tokonya, karena takut toko mereka dirusak para perusuh."

Ia menambahkan, "Hari ini seluruh keimanan terjun dalam perang melawan seluruh kekufuran, dan Amerika Serikat, Rezim Zionis, Prancis, Inggris, serta kelompok-kelompok teroris, anti-rakyat, munafik dan monarki, semuanya terjun ke medan tempur karena punya masalah dengan agama Islam, karena jika tidak bermasalah dengan agama ini, mereka tidak akan menghina kalangan agamawan, membakar Al Quran dan menyerang masjid-masjid."

Ayatullah Khatami menjelaskan, "Para pelaku kerusuhan menyasar kekuatan sistem pemerintahan Islam, sebagian dari perusuh yang melakukan pembunuhan, pemberontakan dan melawan hukum harus diadili sesuai undang-undang pidana Islam, termasuk mereka yang mengganggu keamanan dalam negeri, menciptakan kerusuhan, mengganggu rantai ekonomi, menyulut kekacauan, pembakaran dan perusakan fasilitas publik."

Menlu Iran: Musuh Ingin Ciptakan Perang Saudara di Iran Tapi Gagal

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, dinas-dinas keamanan asing, Rezim Zionis Israel, dan sejumlah politisi Barat, melancarkan konspirasi untuk menciptakan perang saudara, kerusakan, dan disintegrasi di Iran.

Hossein Amir Abdollahian, Kamis (17/11/2022) di akun Twitternya menulis, "Hari ini musuh-musuh berusaha menyerang integritas teritorial Iran, dan memecah belah negara ini, tapi kesadaran rakyat telah membuat musuh putus asa."

Hossein Amir-Abdollahian

Dalam aksi-aksi kerusuhan yang terjadi dengan dalih kematian Mahsa Amini, media-media Barat dan Arab terus menyebarluaskan berita-berita bohong dan provokasi.

Di sisi lain kelompok-kelompok teroris, separatis, munafik dan monarki dukungan Barat, menunggani peristiwa yang terjadi di Iran, untuk menciptakan kerusuhan dan berusaha meraih tujuannya, namun gagal.

Kanaani: Sanksi UE dan Inggris terhadap Iran adalah Ilegal

Menanggapi sanksi Uni Eropa dan Inggris terhadap individu dan institusi Iran, Nasser Kanaani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengutuk keras tindakan tidak berdasar, ilegal, dan intervensionis ini dan menolaknya sepenuhnya.

Menurut laporan IRNA Selasa (15/11/2022) pagi, Kanaani menambahkan, Rupanya, kecanduan sanksi telah mengisolasi rasionalitas dan keseriusan pihak-pihak Eropa, dan dengan pendekatan yang salah ini, Eropalah yang mempersempit lingkaran interaksinya.

Image Caption

"Republik Islam Iran, dengan mengandalkan kekuatan nasionalnya dan mengambil keuntungan dari pengalaman uniknya dalam secara proaktif menghadapi tantangan yang dipaksakan, seperti sebelumnya, mengambil tindakan timbal balik dan efektif terhadap tindakan yang tidak berguna dan tidak konstruktif tersebut, dengan kebijaksanaan dan kekuatan serta berdasarkan martabat dan kepentingan nasional dan memiliki hak untuk membalas," tegas Kanaani.

Para menteri luar negeri dari 27 negara Eropa menyetujui paket sanksi baru yang menargetkan 29 tokoh Iran dan 3 institusi Iran dalam pertemuan yang diadakan di Brussel pada Senin (14/11).

Menurut laporan situs Uni Eropa, aset individu dan institusi yang terkena sanksi diblokir dan perusahaan serta warga Uni Eropa dilarang melakukan transaksi keuangan dengan mereka.

Menurut situs ini, para individu yang terkena sanksi tidak memiliki hak untuk melakukan perjalanan ke negara-negara anggota UE dan dilarang memasuki atau melewati negara-negara tersebut.

IRGC Tembakkan Rudal ke Pangkalan Teroris di Kurdistan Irak

Pasukan Angkatan Darat Korp Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan operasi rudal dan drone skala besar kedua terhadap kelompok teroris di wilayah utara Irak.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) hari Senin (14/11/2022) mengumumkan serangan artileri dan rudal terhadap posisi kelompok teroris yang terletak di wilayah Kurdistan Irak.

Pada tanggal 24 September, setelah peringatan berulang kali kepada kelompok teroris separatis di wilayah Kurdistan Irak, pasukan angkatan darat IRGC melancarkan serangan berat terhadap posisi mereka, dan mengumumkan bahwa serangan rudal dan pesawat tak berawak akan berlanjut sampai kegiatan teroris mereka dihentikan.

Pada tanggal 8 Oktober, Korps Pengawal Revolusi Islam mengumumkan serangan terhadap posisi teroris telah dihentikan untuk sementara waktu setelah menghancurkan target yang telah ditentukan. Tetapi kelanjutan serangan rudal dan drone akan tergantung pada perilaku otoritas wilayah Kurdistan di masa depan.

Sebelumnya, Brigadir Jenderal Mohammed Pakpour, Komandan Pasukan Angkatan Darat IRGC menekankan urgensi sikap otoritas wilayah Kurdistan di Irak utara untuk menangani kelompok teroris anti-Iran yang beroperasi di wilayahnya, dan menekankan, "Operasi para pejuang Islam melawan kelompok teroris separatis di wilayah Kurdistan Irak akan terus berlanjut hingga perlucutan total senjata mereka,".

Wakil Rahbar Bertemu Imam Jumat Ahlu Sunnah Sistan va Baluchestan

Wakil Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, bertemu dengan Imam Jumat Ahlu Sunnah Masjid Makki, Provinsi Sistan va Baluchestan, tenggara Iran.

Image Caption

Hujatulislam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, Minggu (13/11/2022) berkunjung ke Provinsi Sistan va Baluchestan di utara Iran, mewakili Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Di Sistan va Baluchestan, Hujatulislam Haj Ali Akbari selain bertemu dengan Imam Jumat Masjid Makki, Abdolhamid Ismaeelzahi, juga bertemu dengan beberapa ulama dan ustad Ahlu Sunnah lain.

Pada kesempatan itu Haj Ali Akbari menyampaikan arahan-arahan Rahbar untuk menyelesaikan permasalahan di Provinsi Sistan va Baluchestan, kepada para pembesar dan berbagai kelompok masyarakat.

Wakil Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, juga dijadwalkan untuk mengunjungi para korban insiden-insiden terbaru yang terjadi di Provinsi Sistan va Baluchestan.

Mayjen Mousavi: Drone-Drone Musuh Mangsa Rudal Bavar-373

Komandan Militer Republik Islam Iran menyinggung peningkatan kemampuan sistem pertahanan udara Bavar-373 dan mengatakan, drone-drone musuh akan menjadi mangsa sistem ini.

Mayjen Abdolrahim Mousavi, Minggu (13/11/2022) memberikan apresiasi kepada para pegawai dan ahli Iran yang bertugas meningkatan kemampuan sistem pertahanan udara Bavar-373.

Image Caption

Ia menuturkan, "Ini adalah capaian besar karena Bavar-373 sekarang mampu menembak target pada jarak 304 kilometer."

Menurut Komandan Militer Republik Islam Iran, di dunia ini hanya ada dua negara yang memiliki kemampuan untuk memproduksi sistem pertahanan udara seperti Bavar-373.

"Capaian ini diraih di tengah sanksi dan pembatasan total, hanya bertumpu pada pemikiran, pengetahuan dan kemampuan para pemuda Iran, sementara negara-negara lain yang tidak disanksi dan tidak dibatasi, sampai sekarang belum mampu menguasai teknologi ini," paparnya.

Mayjen Mousavi menegaskan, "Imperium media kubu imperialis global tidak akan menunjukkan capaian dan puluhan prestasi manis Iran yang lain, ke bangsa-bangsa dunia."