Abdollahian ke Borrell: Sebut IRGC Teroris, Eropa Tembak Kaki Sendiri
-
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, dan Menlu Iran Hossein Abdollahian
Menanggapi rilis draf resolusi intervensi, dan di luar kebiasaan Parlemen Eropa terhadap Republik Islam Iran, Menteri Luar Negeri Iran melakukan kontak telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.
Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian, Kamis (19/1/2023) dalam pembicaraan telepon dengan Josep Borrell, memprotes keras strategi emosional, tak terukur dan tidak benar Parlemen Eropa yang merilis draf resolusi terkait upaya memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC ke daftar teroris.
Abdollahian mengatakan, "Sungguh disesalkan rilis draf resolusi emosional, keras dan tidak profesional oleh Parlemen Eropa terhadap Iran, melanggar rasionalitas politik dan sosial."
Menlu Iran menyebut langkah Parlemen Eropa menuduh IRGC, sebagai organisasi teroris, sama saja dengan menembak kaki Eropa sendiri.
"Republik Islam Iran berulangkali menegaskan bahwa IRGC adalah sebuah institusi resmi dan lembaga pemerintah yang memainkan peran penting serta vital dalam menjaga keamanan nasional Iran dan kawasan, terutama dalam memerangi terorisme," ujarnya.
Abdollahian juga menyinggung reaksi legal dan kuat Majelis Syura Islam Iran (parlemen) terhadap Parlemen Eropa, dan memperingatkan Parlemen Eropa agar memikirkan, dan memusatkan perhatian pada dampak-dampak negatif perilaku emosionalnya terhadap Eropa, dan jalur diplomasi, interaksi konstruktif serta rasionalitas.
Ia menambahkan, "Sangat urgen untuk memperhatikan keamanan dua arah dalam dunia diplomasi, dan meningkatkan kepercayaan timbal balik lebih penting daripada kemenangan bahasa ancaman, dan langkah-langkah tidak bersahabat."
Di sisi lain Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menuturkan, "Meskipun Parlemen Eropa adalah lembaga yang sepenuhnya independen, tapi resolusi-resolusi yang dikeluarkannya tidak memiliki aspek implementasi, dan hanya merupakan refleksi dari kekhawatiran Eropa semata."
Pada saat yang sama Josep Borrell mengaku gembira dengan diplomasi yang sedang terjalin saat ini terkait masalah kesepakatan nuklir.
"Berkat Uni Eropa, upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Republik Islam Iran, akan terus dilanjutkan," pungkasnya. (HS)