Menlu Iran Usulkan Sidang Darurat OKI Bahas Kejahatan Terbaru Rezim Zionis
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian menyerukan digelarnya sidang darurat untuk menanggapi serangan terbaru rezim Zionis di Masjid Al-Aqsa.
Pada Rabu dini hari, 5 April, tentara rezim Zionis menyerang orang-orang Palestina di dalam Masjid Al-Qibli di kompleks Masjid Al-Aqsa dan berusaha memaksa jemaah keluar dari masjid itu.
Serangan brutal tentara rezim Zionis ini menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka.
Menanggapi gelombang kejahatan terbaru rezim Zionis, kelompok perlawanan Palestina telah menargetkan permukiman Zionis di sekitar perbatasan Jalur Gaza dengan roket beberapa kali dalam 72 jam terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian hari Kamis (6/4/2023) menjalin kontak telpon dengan Hissein Brahim Taha, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas serangan dan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsa yang dilakukan baru-baru ini oleh rezim Zionis.
Dalam percakapan telepon tersebut, Menlu Iran menekankan perlunya diadakan pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) setingkat menteri luar negeri negara-negara anggota untuk menanggapi serangan rezim Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.
Ia juga menyatakan kesiapan Republik Islam Iran bekerjasama dalam penyelenggaraan pertemuan ini.
Amirabdollahian mengungkapkan percakapan telepon antara Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden Indonesia, Joko Widodo, dan berbagai program Republik Islam lainnya kepada Sekretaris Jenderal OKI.
Sementara itu, Hissein Brahim Taha, dalam percakapan telepon ini mengutuk keras serangan tentara rezim Zionis baru-baru ini di Masjid Al-Aqsa, dan mengumumkan akan diadakannya pertemuan perwakilan negara-negara anggota di tingkat Komisi eksekutif pada hari Minggu sebagai tanggapan terhadap tindakan brutal rezim Zionis.(PH)