Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Iran dan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i144858-babak_baru_kerja_sama_ekonomi_iran_dan_suriah
Di hari pertama kunjungan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi ke Suriah ditandatangani program komprehensif kerja sama strategis dan jangka panjang kedua negara serta 14 dokumen kerja sama lainnya.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
May 04, 2023 16:48 Asia/Jakarta
  • Presiden Raisi dan Bashar Assad
    Presiden Raisi dan Bashar Assad

Di hari pertama kunjungan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi ke Suriah ditandatangani program komprehensif kerja sama strategis dan jangka panjang kedua negara serta 14 dokumen kerja sama lainnya.

Pejabat Iran dan Rusia Rabu (3/5/2023) menandatangani dokumen ini di bidang kerja sama perdagangan, minyak dan energi, teknis, properti, transportasi rel kereta api dan udara, zona bebas dan sektor swasta, komunikasi dan teknologi serta gampa dan penyelamatan serta pemudahan urusan ziarah.

Meski kunjungan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi ke Suriah memiliki berbagai dimensi politik dan keamanan, mengingat hubungan mendalam dan langgeng, peran kedua negara di poros muqawama dan juga tranformasi saat ini di kawasan, namun salah satu tujuan penting dari kunjungan ini adalah meningkatkan hubungan ekonomi Iran dan Suriah, di mana penandatanganan program komprehensif kerja sama strategis dan jangka panjang bersama 14 dokumen kerja sama lainnya dapat dianalisa dalam koridor ini.

Studi menunjukkan bahwa, bertentangan dengan hubungan politik-keamanan yang mendalam antara Iran dan Suriah, interaksi ekonomi kedua negara sejauh ini terbatas; Misalnya, dalam dua tahun terakhir, ekspor Iran meningkat dari 218 juta dolar pada 2021 dengan peningkatan hanya 25 juta dolar menjadi 243 juta dolar pada 2022, sementara beberapa negara yang memiliki hubungan baik dengan pemerintahan Bashar Assad pada puncak krisis Suriah memiliki statistik yang lebih tinggi di bidang perdagangan dengan negara ini.

Warga Suriah sambut Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Sekarang Suriah telah keluar dari krisis keamanan dan negara ini relatif damai, tetapi produksi dan ekspor di negara ini berada dalam masalah serius karena kelemahan dan kerusakan infrastruktur. Negara ini berencana untuk meningkatkan produksi dan ekspornya dengan partisipasi negara sekutu; Republik Islam Iran, yang telah memainkan peran yang tak terbantahkan dalam mengalahkan teroris dan musuh di Suriah dan membantu membangun keamanan di negara ini, memprioritaskan pengembangan hubungan dengan tetangga dan negara-negara di kawasan.

Oleh karena itu, terdapat peluang untuk meningkatkan dan mengembangkan interaksi ekonomi antara Iran dan Suriah; Pakar ekonomi juga memperkirakan kapasitas ekspor Iran ke Suriah di berbagai bidang barang non-minyak setidaknya 700 juta dolar per tahun dan jasa teknis menjadi 600 juta dolar per tahun.

Namun dalam upaya meningkatkan tingkat pertukaran ekonomi antara Iran dan Suriah, terdapat juga tantangan yang menghambat peningkatan ekspor dan kerja sama ekonomi kedua negara. Masalah transportasi dan masalah pertukaran moneter dan perbankan karena kedua negara terkena sanksi adalah beberapa hal yang mempengaruhi hubungan komersial antara Iran dan Suriah.

Bagian dari jaringan kereta api Suriah telah rusak akibat konflik beberapa tahun terakhir di negara ini dan perlu dibangun kembali. Untuk itu, masalah transportasi kereta api antara Iran, Irak, dan Suriah melalui jalur kereta api Shalamcheh-Basra ke pelabuhan Suriah dan sebaliknya, serta pendirian perusahaan transportasi bersama dan peluncuran jalur pelayaran antara pelabuhan Iran dan Suriah, menjadi perhatian dan dalam agenda kedua otoritas negara tersebut.

Wajar jika perluasan hubungan kerja sama ekonomi Iran dan Suriah akan menjamin kepentingan kedua pihak dan negara-negara tetangga, serta dokumen yang ditandatangani bersamaan dengan kunjungan presiden Iran ke Suriah selain dapat memperdalam hubungan strategis kedua negara, juga efektif untuk mencabut kendala dan penghalang saat ini serta memulai babak baru di interaksi perdagangan dan ekonomi Iran serta Suriah.

Mohammad Jamshidi, deputi bidang politik kantor presiden Iran terkait hal ini mengatakan, "Diupayakan kehadiran perdagangan dan ekonomi Iran serta sektor swasta di Suriah akan stabil melalui dokumen ini, sehingga bangsa Iran dapat merasakan manfaat ekonomi kemenangan strategis ini." (MF)