Mengapa Kunjungan Presiden Raisi ke Indonesia Penting ?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i146212-mengapa_kunjungan_presiden_raisi_ke_indonesia_penting
Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi Senin (22/5/2023) sore atas undangan resmi Presiden RI, Joko Widodo bertolak ke Jakarta.
(last modified 2026-03-07T16:05:31+00:00 )
May 24, 2023 17:09 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Presiden RII, Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden RI, Joko Widodo
    Pertemuan Presiden RII, Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden RI, Joko Widodo

Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi Senin (22/5/2023) sore atas undangan resmi Presiden RI, Joko Widodo bertolak ke Jakarta.

Kunjungan ini penting dari sejumlah dimensi;

Kunjungan Presiden Raisi ke Indonesia merupakan kunjungan resmi dan eksklusif pertama presiden Iran sejak tahun 2006 ke negara ini. Selama 17 tahun lalu, presiden Iran juga pernah berkunjung ke Indonesia, tapi kunjungan tersebut untuk menghadiri konferensi regional dan internasional. Kunjungan eksklusif ke Indonesia ini sejalan dengan perimbangan politik luar negeri Iran yang ditempuh berdasarkan pengembangan hubungan dengan negara tetangga, kawasan dan negara Islam.

Kunjungan Raisi ke Indonesia memiliki arti bahwa interaksi Republik Islam Iran dengan Timur tidak akan terbatas pada Cina dan Rusia, tapi mencakup negara-negara penting dan berpengaruh lainnya, seperti Indonesia yang memiliki populasi sekitar 239 juta jiwa, negara berpenduduk Muslim terbesar dunia.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden RI Joko Widodo

Urgensi lain dari kunjungan Presiden Raisi ke Indonesia berkaitan bahwa kunjungan ini mengindikasikan kegagalan strategi Barat, khususnya Amerika Serikat untuk mengucilkan Iran. Faktanya, kunjungan ini bukti dari kebohongan klaim palsu Barat mengenai keterkucilan Iran.

Tak diragukan lagi bahwa sisi penting dari kunjungan Raisi ke Indonesia berkaitan dengan bidang ekonomi. Indonesia sebagai anggota kelompok G20, dan salah satu kekuatan ekonomi baru dunia. Negara ini selama dua dekade terakhir mencicipi pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan memprediksikan bahwa ekonomi Indonesia hingga tahun 2045 akan menjadi kekuatan ekonomi keempat dunia.

Meski Indonesia memiliki cadangan minyak sebesar 22 miliar barel, tapi kemajuan dan perkembangan ekonomi negara ini tidak diraih dengan mengandalkan pendapatan minyak. Sebaliknya, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara Islam yang memiliki ekspor industri dan ilmu pengetahuan. Jakarta saat ini bukan sekedar ibu kota Indonesia, tapi pusat dari banyak teknologi baru. Indonesia menempati peringkat di antara negara-negara Asia Tenggara dalam bidang teknologi satelit dan telah meluncurkan 18 satelit untuk berbagai keperluan dalam empat tahun terakhir saja. Republik Islam Iran membutuhkan pengalaman dan kapasitas ilmu pengetahuan, ekonomi dan teknologi Indonesia dan dapat menjadi pasar yang baik untuk ekspor Indonesia.

Dalam hal ini, Republik Islam Iran meski menghadapi sanksi luas Barat, berhasil meraih prestasi dalam negeri yang baik di bidang teknologi kedokteran dan farmasi, di mana pasar besar Indonesia dapat menjadi konsumen yang baik bagi produk ini. Karpet, kacang pistachio, kurma, saffron, kerajinan tangan, dan tanaman obat juga bisa menjadi barang ekspor Iran lainnya ke Indonesia.

Fakta pahit terkait hubungan Iran dan Indonesia berkaitan dengan sedikitnya volume perdagangan kedua negara. Kementerian Perdagangan Indonesia dalam statemennya menyebut volume perdagangan antara Iran dan Indonesia selama triwulan pertama 2023 sekitar 54,1 juta dolar. Sementara hubungan perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 23 persen di banding dengan tahun sebelumnya mencapai 257,2 juta dolar.

Mengingat kapasitas yang disebutkan bagi kedua negara dan juga mengingat tekad serius petinggi kedua negara untuk memperluas hubungan, maka hasil utama kunjungan presiden ke Indonesia dapat diharapkan adalah perluasan kerja sama ekonomi dan peningkatan volume perdagangan kedua negara. (MF)