Atlet Iran Jadi Pencipta Salah Satu dari 10 Momen Terpenting Gimnastik Dunia
Federasi Gimnastik Dunia (FIG) menobatkan Mehdi Alafti, atlet gimnastik Iran, sebagai salah satu dari 10 pencipta momen terpenting dalam dunia gimnastik artistik dunia.
Situs resmi Federasi Gimnastik Dunia dalam laporan khususnya mengulas 10 peristiwa paling menonjol dalam gimnastik artistik putra sepanjang tahun 2025. Di antara peristiwa tersebut, medali emas Mehdi Alafti pada Kejuaraan Asia—yang disertai dengan pencatatan sebuah gerakan baru—menjadi salah satu sorotan utama.
Dalam laporan FIG disebutkan bahwa dominasi, inovasi, dan kemunculan pesaing baru menjadikan tahun 2025 sebagai periode penentu pasca Olimpiade. Mulai dari gelar dunia bersejarah hingga penciptaan elemen teknis baru, negara-negara unggulan dan generasi muda yang sedang naik daun memberikan gambaran jelas tentang arah evolusi gimnastik artistik putra di tingkat global.
Mehdi Alafti, atlet nasional gimnastik Iran yang juga tampil pada Olimpiade Paris 2024, mencatat sejarah saat berlaga di Kejuaraan Asia yang digelar di Gyeongcheon, Korea Selatan. Dalam ajang tersebut, ia berhasil mengeksekusi dengan sempurna lompatan “Yurchenko double tucked with full twist”, sebuah elemen baru yang secara resmi diakui.
Keberhasilan menampilkan lompatan baru ini tidak hanya meningkatkan level kesulitan nomor lompat meja dalam gimnastik artistik putra, tetapi juga mengantarkan Alafti meraih medali emas dengan nilai kesulitan 5,6. Prestasi tersebut menjadikannya pesenam Iran pertama yang meraih gelar juara Asia di gimnastik artistik putra sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencipta salah satu gerakan tersulit baru dalam cabang olahraga ini.
Prestasi Alafti dipandang sebagai tonggak penting bagi perkembangan gimnastik Iran dan menunjukkan bahwa atlet muda dari kawasan Asia Barat kini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap evolusi teknis gimnastik dunia.(PH)