Tantangan Baru Pertahanan Inggris, Ancaman Drone dan Ketegangan Industri
-
Tantangan keamanan Inggris
Pars Today - Peningkatan dua kali lipat insiden drone di sekitar pangkalan militer Inggris, bersamaan dengan pemogokan oleh beberapa pekerja industri pertahanan, telah meningkatkan kekhawatiran tentang kesiapan dan keberlanjutan struktur pertahanan negara dan sekali lagi menyoroti kemampuan pencegahan London.
Peningkatan signifikan insiden drone di dekat pangkalan militer Inggris selama setahun terakhir telah memaksa pemerintah negara itu untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan baru. Kementerian Pertahanan Inggris telah mengumumkan bahwa, sebagai bagian dari amandemen RUU Angkatan Bersenjata, wewenang baru akan diberikan kepada pasukan yang ditempatkan di pangkalan militer untuk menangani ancaman drone dengan cepat.
Menurut statistik resmi, jumlah insiden drone yang tercatat di sekitar instalasi pertahanan Inggris mencapai 266 pada tahun 2025, peningkatan signifikan dibandingkan dengan 126 pada tahun 2024. Pejabat pertahanan Inggris menganggap tren ini sebagai tanda perubahan sifat ancaman keamanan dan telah mengumumkan peningkatan investasi dalam teknologi anti-drone.
Menurut pemerintah, pengeluaran di bidang ini telah meningkat empat kali lipat, dengan lebih dari £200 juta dialokasikan tahun ini saja. Pembatasan penerbangan juga telah diberlakukan di puluhan lokasi pertahanan, dan sistem pengawasan serta digital telah ditingkatkan.
Perkembangan ini terjadi seiring meningkatnya ancaman drone yang tidak terbatas pada Inggris, dan juga telah mengganggu operasi bandara di beberapa negara Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa analis Barat telah mengangkat kemungkinan keterlibatan aktor asing, sebuah poin yang telah dibantah oleh Rusia.
Seiring meningkatnya kekhawatiran keamanan, industri pertahanan Inggris juga menghadapi tantangan internal. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 pekerja kedirgantaraan dan pertahanan di barat laut negara itu melakukan pemogokan, dipicu oleh perselisihan mengenai gaji dan kondisi kerja.
Para pengamat mengatakan bahwa kombinasi peningkatan ancaman keamanan dan ketegangan tenaga kerja merupakan tanda tekanan multifaset pada struktur pertahanan Inggris.
Kondisi-kondisi ini, bersama dengan masalah-masalah seperti kekurangan tenaga kerja, keterbatasan persediaan senjata, dan kesenjangan investasi, menimbulkan pertanyaan tentang tingkat kesiapan pertahanan London dan menekankan perlunya meninjau kembali strategi keamanan negara ini.(sl)