Analis Pakistan: Ancaman AS dan Israel Justru Meningkatkan Kohesi Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i184168-analis_pakistan_ancaman_as_dan_israel_justru_meningkatkan_kohesi_bangsa_iran
Pars Today – Seorang pakar terkemuka urusan politik Pakistan, sambil mengecam retorika Presiden Amerika Serikat serta pendekatan intervensionis Washington dan Tel Aviv, menegaskan bahwa perkembangan terbaru tidak hanya gagal mengganggu stabilitas Republik Islam Iran, tetapi justru memperkuat solidaritas nasional dan kohesi internal.
(last modified 2026-01-15T12:03:13+00:00 )
Jan 15, 2026 19:01 Asia/Jakarta
  • Pawai Rakyat Iran Kecam para Perusuh
    Pawai Rakyat Iran Kecam para Perusuh

Pars Today – Seorang pakar terkemuka urusan politik Pakistan, sambil mengecam retorika Presiden Amerika Serikat serta pendekatan intervensionis Washington dan Tel Aviv, menegaskan bahwa perkembangan terbaru tidak hanya gagal mengganggu stabilitas Republik Islam Iran, tetapi justru memperkuat solidaritas nasional dan kohesi internal.

Dalam beberapa hari terakhir, setelah aksi protes legal masyarakat Iran terkait persoalan ekonomi dan kenaikan harga mata uang asing, layanan intelijen asing yang berafiliasi dengan rezim Israel dan Amerika Serikat—menurut pernyataan para pejabat—aktif di dalam wilayah Iran dan melakukan tindakan teror. Namun, berkat kewaspadaan aparat keamanan dan rakyat Iran, konspirasi tersebut berhasil digagalkan.

 

Menurut laporan Pars Today, Hafeez Ullah Khan Niazi, analis senior jaringan Geo News Pakistan, dalam reaksinya terhadap kerusuhan dan tindakan teroris terbaru di Iran, memuji keteguhan rakyat Iran dan menulis bahwa ia tidak pernah membayangkan peristiwa tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi sistem Republik Islam.

 

Khan Niazi menegaskan bahwa pengalaman empat dekade terakhir menunjukkan tekanan dan konspirasi asing tidak hanya gagal melemahkan Iran, tetapi justru selalu memperkuat tekad nasional dan meningkatkan kohesi sosial.

 

Pakar Pakistan ini, sambil menyinggung rekam jejak intervensi Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan, menekankan bahwa pendekatan koersif dan ancaman Washington—terutama retorika Donald Trump—lebih merupakan cerminan kekhawatiran dan kegagalan menghadapi posisi serta pengaruh regional Iran, daripada didasarkan pada perhitungan nyata.

 

 Menurut Niazi, ancaman semacam itu merupakan “slogan kosong” yang pada akhirnya menghasilkan dampak berlawanan dan memperkuat konsolidasi opini publik Iran.

 

Khan Niazi, dengan membandingkan kondisi Iran dengan negara‑negara lain yang berada di bawah tekanan eksternal, menegaskan bahwa Republik Islam memiliki dukungan sosial dan struktur politik yang berbeda, sehingga tidak dapat disamakan dengan model‑model rapuh di Amerika Latin atau kawasan lain.

 

Analis Pakistan tersebut juga menyoroti kehadiran luas rakyat di berbagai arena dan menganggapnya sebagai tanda kegagalan perhitungan para musuh; demonstrasi dukungan rakyat Iran terhadap sistem pemerintahan dalam beberapa hari terakhir mengirimkan pesan jelas kepada para aktor asing bahwa tekanan dan ancaman tidak akan menimbulkan ketidakstabilan, melainkan memperkuat solidaritas dalam masyarakat Iran. (MF)