Shamkhani: Iran Tidak Pernah Memulai Perang dalam 47 Tahun Terakhir
-
Ali Shamkhani, Wakil Rahbar di Dewan Tinggi Pertahanan dalam wawancara dengan Al-Mayadeen
Pars Today - Wakil Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di Dewan Tinggi Pertahanan menegaskan bahwa Republik Islam Iran dalam 47 tahun terakhir tidak pernah memulai perang, dan Tehran telah menyatakan kesiapan untuk melakukan negosiasi praktis dengan Amerika Serikat, dengan kemungkinan untuk mencegah perang.
Menurut laporan Selasa (03/02/2026) pagi, dalam wawancara dengan Al-Mayadeen, Ali Shamkhani, Wakil Rahbar di Dewan Tinggi Pertahanan mengatakan, "Perang bukan hanya tembakan peluru dan suara meriam, kita sekarang berada dalam kondisi perang, dan kami siap menghadapi setiap situasi."
Menurutnya, "Kesiapan dalam konteks militer berarti menerima perang, bukan menuju perang itu sendiri."
"Seperti yang dikatakan Pemimpin Revolusi, mereka berusaha menelan Iran, tetapi itu tidak mungkin dengan adanya Republik Islam," imbuhnya.
Shamkhani juga menegaskan bahwa musuh tidak mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, meskipun mereka telah berulang kali mencoba dan gagal, dan sebelum mereka menghabiskan kekayaannya untuk membahayakan keamanan wilayah, tindakan mereka harus dihentikan.
Shamkhani mengatakan, "Trump sejak ia menjabat dan keluar dari JCPOA (Perjanjian Nuklir Iran), berusaha melaksanakan setiap rencana yang bertentangan dengan Iran, tetapi dalam periode pertama masa jabatannya, ia gagal mencapai tujuannya."
"Presiden Amerika berpikir bahwa setelah kembali menjadi presiden, dia bisa melaksanakan rencana 'B' dan 'C', atau rencana alternatif," tambahnya.
Shamkhani melanjutkan, "Menyediakan senjata kepada mereka yang membawa senjata ke pusat-pusat keamanan di Iran adalah bagian dari rencana untuk melemahkan Iran dan pelaksanaan langkah kedua."
Shamkhani menekankan bahwa Iran sekarang berada dalam kondisi 'rencana B', yang mencakup ancaman dan perang psikologis terhadap Iran, dan langkah berikutnya adalah perang. "Kami berharap mereka berpikir sedikit lebih lama dan menghindari opsi ini," ujarnya.
Shamkhani mengatakan, "Mereka telah mengirimkan proposal kepada kami, dan jika proposal itu bebas dari ancaman dan pemaksaan serta berisi syarat-syarat yang logis, kita bisa berharap untuk mencegah bencana."
Shamkhani menekankan bahwa sekarang kami masih berada di tahap awal dan menurut saya, ada kemungkinan mencapai tujuan ini dan mencegah perang.
Shamkhani menambahkan bahwa Tehran hanya siap untuk negosiasi praktis dengan Washington, bukan hal lainnya, dan Eropa juga telah membuktikan bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun.
Shamkhani mengatakan, "Trump sendiri melarang Eropa untuk terlibat, dan oleh karena itu, negosiasi hanya akan dilakukan dengan Amerika dan terkait dengan masalah nuklir."
Shamkhani juga mengatakan bahwa dalam hal nuklir, jika mereka berhenti mengancam, kesepakatan bisa tercapai melalui dialog, dan dengan duduk di meja perundingan dan menghindari syarat dan perintah yang tidak logis, pencapaian kesepakatan itu memungkinkan.
"Barat tidak tahu, dan tidak ingin tahu, bahwa membangun atau memiliki senjata nuklir itu haram dan hal itu tidak akan berubah," ujarnya.
Shamkhani menambahkan, "Dalam beberapa putaran negosiasi sebelumnya, kami memiliki tiga 'tidak' yang jelas. Lami tidak berusaha untuk memperoleh senjata nuklir, kami tidak akan membangunnya, dan kami tidak akan menyimpannya."
Shamkhani menegaskan bahwa mengenai uranium yang diperkaya hingga 60%, itu tidak untuk tujuan militer dan kami tidak berniat untuk menggunakannya dengan cara itu.
Shamkhani menekankan bahwa program nuklir kami damai, dan uranium yang diperkaya 60% bisa dikurangi menjadi 20%, dan mereka harus membayar biaya itu.
Shamkhani mengatakan, "Tidak ada alasan untuk memindahkan bahan yang diperkaya ke luar negeri, dan itu bisa dikembalikan ke 20%, jadi tidak perlu melakukan semua tindakan rumit itu."
Shamkhani menjelaskan, "Jika negosiasi dimulai, itu akan dengan dua syarat dasar: berhenti dari ancaman dan permintaan yang tidak logis. Jika ini dipenuhi, pertemuan dan pembicaraan dapat dilakukan."
Shamkhani juga mengatakan bahwa salah satu syarat negosiasi adalah terbatasnya diskusi hanya pada masalah nuklir, dan pihak lawan juga telah mengonfirmasi bahwa masalah nuklir adalah topik utama.
Shamkhani mengatakan, "Apa yang dikatakan tentang mengubah perang terbatas menjadi perang lebih besar dari wilayah Iran memiliki dua alasan. Salah satunya adalah cakupan tujuan militer musuh. Medan perang harus mencakup titik terjauh dari kehadiran musuh yang mengancam kita."
Shamkhani menambahkan, "Jika respons pencegahan kita harus dibatasi pada wilayah kita, itu bukan lagi respons militer."
Shamkhani melanjutkan, "Banyak negara telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah mereka untuk menyerang kami."
Shamkhani mengatakan, "Namun, kami telah melihat hal yang berbeda dalam perang sebelumnya, dan kami memiliki informasi tentang asal serangan-serangan masa lalu."
Menurutnya, "Amerika dan rezim Zionis tidak berbeda. Jika Amerika menyerang, itu berarti rezim Zionis juga terlibat dalam perang, dan kami akan memberikan respons yang sesuai. Respons kami terhadap Israel pasti akan terjadi, tergantung pada tindakan mereka, dan kami akan membalas."
Shamkhani mengatakanm, "Tentara Amerika dan rezim Zionis mengandalkan angkatan udara mereka."
Shamkhani menekankan, "Rencana dan struktur kami akan berubah, dan semua peralatan kami diproduksi di dalam negeri, dan tidak ada batasan dalam jumlah produksi."
Shamkhani menyimpulkan, "Setiap agresi, meskipun kecil, akan berubah menjadi krisis besar, jauh lebih besar dari apa yang mereka bayangkan."
Karenanya, Shamkhani mengingatkan, "Pemimpin Revolusi adalah orang yang berani dan telah mengunjungi makam Imam Khomeini ra, dan orang lain dalam kondisi ini tidak akan melakukannya."
Shamkhani menyebutkan, "Pada hari pertama Perang 12 Hari, karena teror, terjadi kekosongan komando militer, dan ini berubah dalam beberapa jam."
Shamkhani mengatakan, "Dengan kekosongan dalam hierarki komando militer, Pemimpin Revolusi mengambil banyak keputusan di jam-jam pertama perang dan memberikan perintah."
Shamkhani menegaskan, "Kami tidak pernah memulai perang dalam 47 tahun terakhir dan kami tidak ingin kenyataan ini berubah."
Shamkhani menambahkan, "Kehadiran Amerika di wilayah ini adalah untuk membela rezim Zionis."
Shamkhani melanjutkan, "Kami telah memulai proses yang sangat baik sejak lama dan itu mungkin akan berlanjut, dan Israel berusaha untuk menghancurkannya."
"Kami akan terus melanjutkan rencana dan opsi kami, dan alasan serangan terhadap kami adalah bahwa kami berada dalam posisi perlawanan," pungkasnya.(sl)