Apa yang Dimaksud dengan Perang Regional dan Bagaimana Cara Kerjanya?
https://parstoday.ir/id/news/world-i185002-apa_yang_dimaksud_dengan_perang_regional_dan_bagaimana_cara_kerjanya
Pars Today - Apa itu perang regional dan bagaimana cara kerjanya?
(last modified 2026-02-03T18:32:04+00:00 )
Feb 04, 2026 01:06 Asia/Jakarta
  • Kapal induk AS
    Kapal induk AS

Pars Today - Apa itu perang regional dan bagaimana cara kerjanya?

Mengingat ketegangan dan ancaman berulang Amerika Serikat terhadap Iran, Tehran telah memperingatkan bahwa agresi militer apa pun oleh Amerika Serikat terhadap Iran akan memicu perang regional. Sekarang pertanyaannya adalah apa itu perang regional dan bagaimana cara kerjanya?

Perang regional adalah jenis konflik bersenjata yang, alih-alih terbatas pada dua negara yang bertikai, meluas secara geografis dan mencakup seluruh wilayah, secara langsung atau tidak langsung melibatkan banyak negara dan aktor, dan konsekuensinya jauh melampaui batas medan perang utama. Perang ini biasanya terjadi di beberapa front secara bersamaan, dan titik akhir serta cakupannya berada di luar kendali pihak-pihak yang terlibat. Untuk lebih memahami apa dan bagaimana fenomena ini, dapat dianalisis dalam empat dimensi utama.

Ekspansi geografis dan ekspansi multi-front

Ciri pertama dari perang regional adalah bahwa perang ini melampaui geografi kedua negara yang bertikai. Konflik dengan cepat menyebar ke negara atau rezim lain di wilayah itu.

Sebagai contoh, konflik awal antara dua negara dapat berkobar karena keberadaan pangkalan militer salah satu pihak di negara atau rezim ketiga, atau karena kewajiban keamanan atau keberadaan kekuatan trans-regional. Dalam keadaan ini, tidak hanya pangkalan militer, tetapi juga negara atau rezim mana pun yang menyediakan wilayah, ruang udara, atau sumber dayanya kepada salah satu pihak dapat dianggap sebagai bagian dari medan perang. Situasi ini menyebabkan terbentuknya beberapa front secara bersamaan di berbagai wilayah geografis dan menghilangkan kemungkinan untuk mengelola atau membatasi lokasi konflik.

Keragaman dan keberagaman aktor

Aktor dalam perang regional tidak terbatas pada pasukan resmi negara. Jaringan regional, kelompok perlawanan, pasukan proksi, dan koalisi transnasional dapat secara aktif memasuki konflik. Hal ini mengubah perang dari pertempuran klasik yang simetris menjadi konflik yang kompleks, asimetris, dan meluas.

Dalam skenario ini, suatu negara mungkin tidak terlibat dalam pertempuran langsung sendirian, tetapi jaringan sekutunya atau kelompok pendukungnya di seluruh wilayah dapat ikut campur, secara efektif melibatkan negara tersebut dalam perang multilateral.

Sifat asimetris konflik

Perang regional tidak selalu simetris. Satu pihak mungkin menginginkan perang yang cepat dan singkat, mengandalkan keunggulan teknologi, udara, dan laut, sementara pihak lain mungkin menggunakan peperangan asimetris, mengandalkan kedalaman strategis, geografi yang luas, kemampuan rudal dan drone, serta senjata seperti perang siber dan ketidakamanan jalur vital (seperti selat internasional).

Dalam kasus seperti itu, perang dapat didefinisikan sebagai "perang geografi melawan teknologi", atau gangguan terhadap infrastruktur ekonomi dan energi yang penting, yang membuat pihak yang lebih maju secara teknologi rentan di daerah-daerah di mana mereka memiliki keunggulan yang lebih sedikit.

Konsekuensi lintas batas dan sipil

Ciri terpenting dari perang regional adalah luasnya konsekuensi yang ditimbulkannya. Dampak perang semacam itu tidak hanya bersifat militer, dan dimensi keamanan, ekonomi, dan politiknya dengan cepat melampaui batas negara. Ketidakamanan transit energi vital dan jalur perdagangan global dapat mengganggu pasokan sumber daya dan meningkatkan harga secara tajam, sehingga menekan perekonomian global.

Sebagai contoh, ketidakamanan di Selat Hormuz yang vital, yang dilalui sekitar 20 persen energi dunia, akan berdampak langsung dan segera pada perekonomian semua negara yang bergantung pada minyak. Selain itu, perang ini dapat mengaktifkan celah etnis, agama, dan ideologis yang terpendam di kawasan tersebut dan melanggengkan ketidakstabilan selama beberapa dekade.

Peringatan tentang perang regional

Tampaknya perang regional bukan sekadar perang yang lebih besar, tetapi perubahan kualitatif dalam sifat konflik. Karena ada kemungkinan besar bahwa cakupan perang ini akan melampaui kendali pihak-pihak yang terlibat, aktor non-negara dan regional akan memainkan peran penting, metode perang asimetris dan non-klasik akan berlaku, dan konsekuensinya akan sangat memengaruhi semua negara di kawasan tersebut dan bahkan komunitas internasional.

Karakteristik perang regional ini menunjukkan mengapa peringatan tentang mengubah konflik menjadi perang regional sebenarnya adalah peringatan strategis tentang ketidakmampuan mengendalikan konsekuensinya dan penciptaan efek jera, dan bukan sekadar ancaman militer.

Mengingat meningkatnya ancaman militer Washington terhadap Tehran dan pengerahan pasukan serta peralatan militer di kawasan Asia Barat, para pejabat senior Iran telah memperingatkan tentang kemungkinan invasi AS ke Iran berubah menjadi perang regional.

Dalam hal ini, pada 1 Februari 2026, Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam pidatonya, menyebutkan upaya Amerika untuk menelan Iran dan perlawanan bangsa yang benar terhadap keserakahan ini sebagai alasan utama konfrontasi selama 47 tahun antara Iran dan Amerika Serikat.

Merujuk pada pernyataan Amerika baru-baru ini, Rahbar menambahkan, "Mereka dulu mengatakan, untuk menakut-nakuti bangsa Iran, 'Semua opsi ada di meja', dan tentu saja, mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi 'perang regional'."(sl)