Baghaei: Semua Rencana Telah Dilakukan untuk Pembicaraan
-
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan, "Perencanaan telah dilakukan untuk mengadakan pembicaraan antara Iran dan AS dalam beberapa hari mendatang."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengumumkan dalam sebuah wawancara dengan IRNA pada Selasa (03/02/2026) malam, "Perencanaan telah dilakukan untuk mengadakan pembicaraan antara Iran dan AS dalam beberapa hari mendatang, dan konsultasi sedang berlangsung untuk menentukan lokasi pembicaraan, yang akan diumumkan segera setelah selesai."
Sambil mengapresiasi negara-negara sahabat yang telah berupaya menyediakan landasan diplomatik, Baghaei menyatakan, "Lokasi dan waktu pembicaraan bukanlah masalah yang rumit dan seharusnya tidak menjadi alat untuk permainan media. Turki, Oman, dan beberapa negara lain di kawasan ini telah mengumumkan kesediaan mereka untuk menjadi tuan rumah, yang sangat berharga bagi kami."
Boroujerdi: Ancaman AS Psywar, Kami Siap Hadapi Segala Skenario
Alaeddin Boroujerdi, anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Mehr, "Kehadiran kapal-kapal Amerika yang luas di kawasan lebih merupakan pengungkit tekanan politik dan psikologis terhadap bangsa dan sistem Republik Islam Iran.
Ia menambahkan, "Jika musuh melakukan kesalahan perhitungan, Republik Islam Iran akan menganggap rezim Zionis sebagai target serius dan pangkalan-pangkalan Amerika, baik tetap maupun bergerak, akan berada dalam jangkauan kami."
Parlemen Mendukung Negosiasi dalam Kerangka Isu Nuklir
Ali Nikzad, Wakil Ketua Parlemen Iran mengatakan dalam sebuah wawancara dengan YJC, "Jika Amerika ingin melakukan negosiasi, itu harus dalam kerangka isu nuklir, dan baik Parlemen maupun rakyat mendukung jenis negosiasi ini.
Ia menambahkan, "Negosiasi sebelumnya dilakukan dalam konteks isu nuklir, tetapi Amerika Serikat telah melampaui isu nuklir dan beralih ke isu regional, perlawanan, dan rudal, yang tidak diterima Iran, dan negosiasi harus dilakukan dalam kerangka isu nuklir."
Analis Politik: Peristiwa 8 Januari adalah Hari ke-13 Perang
Soghari Mohammadpour, seorang analis urusan politik dan internasional mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Wanita Iran, "Saat ini kita berada dalam perang gabungan skala penuh, artinya apa yang dilakukan musuh secara terpisah di setiap negara dan mencapai hasilnya, sedang diimplementasikan di negara kita dengan kecepatan penuh, yang, dengan rahmat Tuhan, mereka belum berhasil sampai hari ini."
Merujuk pada Perang 12 Hari, ia menambahkan, "Peristiwa 8 Januari benar-benar merupakan hari ke-13 perang Zionis-Amerika."(sl)